Pertemuan dipimpin Ketua PSMW, KNA Ragil Harian, S.Pd., didampingi Ketua Dewan Pembina A.K. Anam, S.H. Seluruh rangkaian acara terselenggara berkat semangat gotong royong, kekompakan, serta swadaya para pengurus dan anggota paguyuban.
Berbeda dengan pertemuan rutin pada hari Rabu lainnya, Semedi Suci Rabu Kliwon memiliki kekhasan tersendiri. Seluruh peserta diwajibkan mengenakan busana adat Jawa sebagai simbol penghormatan terhadap warisan budaya leluhur. Kaum pria tampil dengan beskap Jawa lengkap beserta blangkon hitam, sedangkan kaum perempuan mengenakan kebaya hitam, menciptakan suasana yang sarat nilai tradisi dan filosofi.
Rangkaian kegiatan diawali dengan Slametan Tumpeng yang diniatkan sebagai Selametan Weton bagi seluruh anggota PSMW. Doa bersama dipanjatkan sebagai ungkapan syukur sekaligus harapan agar seluruh anggota senantiasa diberikan keselamatan, kesehatan, perlindungan, kemudahan dalam menjalani kehidupan, serta rezeki yang penuh berkah.
Prosesi doa dipimpin oleh Kung Yatmin, sementara nuansa sakral semakin terasa melalui lantunan Tembang Macapat Jawa yang dibawakan oleh Ibu Asih dan Ibu Tri. Penampilan tersebut menjadi bagian dari upaya nyata menjaga eksistensi seni tradisi Jawa yang sarat akan nilai spiritual, moral, dan filosofi kehidupan.
Menariknya, seluruh kegiatan PSMW diselenggarakan secara mandiri melalui iuran dan swadaya anggota. Semangat kebersamaan tersebut menjadi fondasi utama paguyuban dalam membangun organisasi yang mandiri sekaligus konsisten melestarikan budaya Nusantara.
Perkembangan PSMW juga terus menunjukkan tren positif. Hingga Juli 2026, paguyuban telah memiliki 99 anggota yang berasal dari berbagai latar belakang. Bertambahnya jumlah anggota dinilai menjadi indikator meningkatnya kepedulian masyarakat terhadap pelestarian budaya, penguatan nilai spiritual, serta pentingnya menjaga warisan sejarah bangsa.
Melalui kegiatan Semedi Suci yang digelar secara berkesinambungan, Paguyuban Semedi Mukti Wibawa berharap dapat terus menjadi ruang pemersatu bagi masyarakat untuk memperkuat persaudaraan, membangun ketenangan batin, melestarikan budaya adiluhung Nusantara, sekaligus ikut menjaga keberlangsungan Cagar Budaya Arca Joko Dolog sebagai salah satu peninggalan sejarah yang memiliki nilai penting bagi generasi masa kini dan mendatang.
(Teguh)




