• Jelajahi

    Copyright © Info Jalanan
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Halaman

    Katib Aam  PBNU Membuat keputusan Sepihak di sidang pleno munas 2026,  KEDIRI – Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) PBNU di Kediri diwarnai dinamika dalam pembahasan penetapan calon tuan rumah Muktamar PBNU 2026.   Rais Aam PBNU KH. Miftahul Akhyar membatalkan pengesahan yang dilakukan dalam sidang pleno setelah menilai proses tersebut tidak sesuai dengan mekanisme persidangan.  Perdebatan bermula dari Sidang Komisi Organisasi yang menghasilkan rekomendasi lima provinsi sebagai calon tuan rumah Muktamar PBNU 2026, yakni DKI Jakarta, Nusa Tenggara Barat, Sumatera Barat, Jawa Timur, dan Jawa Barat.   Rekomendasi tersebut masih harus dibahas oleh Tim Perumus sebelum dibawa ke Sidang Pleno untuk memperoleh persetujuan forum.  Dalam mekanisme persidangan PBNU, setiap rekomendasi komisi harus melalui pembahasan Tim Perumus dan selanjutnya disahkan dalam Sidang Pleno setelah mendapat persetujuan peserta sidang.  Tahapan tersebut menjadi bagian dari tata tertib dan mekanisme pengambilan keputusan organisasi.  Namun, dalam jalannya sidang, pimpinan sidang KH. Ahmad Asrori mengesahkan Pondok Pesantren Lirboyo sebagai tuan rumah Muktamar 2026.   Sejumlah peserta menilai langkah tersebut dilakukan sebelum forum memberikan persetujuan, sementara hasil Komisi Organisasi sebelumnya hanya memuat nama provinsi dan belum menetapkan lokasi atau pesantren tertentu.  Keputusan tersebut memicu interupsi dari sejumlah peserta.  Suasana sidang sempat memanas ketika terjadi adu argumentasi di dalam forum.  Menurut keterangan yang beredar dari peserta sidang, situasi semakin tegang setelah terjadi tindakan intimidasi terhadap peserta yang menyampaikan interupsi.  Melihat kondisi tersebut, Rais Aam PBNU KH. Miftahul Akhyar mengambil alih jalannya sidang untuk meredakan ketegangan.   Dalam arahannya, beliau membatalkan pengesahan tersebut karena menilai prosesnya tidak memenuhi prosedur dasar persidangan pleno.  Pembatalan itu membuat proses penetapan tuan rumah Muktamar PBNU 2026 kembali pada tahap sebelumnya.   Hingga forum berakhir, PBNU belum menetapkan tuan rumah Muktamar yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026 sehingga seluruh opsi masih terbuka untuk diputuskan melalui mekanisme organisasi yang berlaku.  Peristiwa tersebut menjadi pengingat penting bahwa setiap keputusan strategis dalam organisasi harus ditempuh melalui prosedur yang telah disepakati bersama.   Kepatuhan terhadap tata tertib persidangan dinilai menjadi kunci untuk menjaga legitimasi keputusan dan memperkuat tradisi musyawarah dalam tubuh PBNU.

    Katib Aam PBNU Membuat keputusan Sepihak di sidang pleno munas 2026, KEDIRI – Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) PBNU di Kediri diwarnai dinamika dalam pembahasan penetapan calon tuan rumah Muktamar PBNU 2026. Rais Aam PBNU KH. Miftahul Akhyar membatalkan pengesahan yang dilakukan dalam sidang pleno setelah menilai proses tersebut tidak sesuai dengan mekanisme persidangan. Perdebatan bermula dari Sidang Komisi Organisasi yang menghasilkan rekomendasi lima provinsi sebagai calon tuan rumah Muktamar PBNU 2026, yakni DKI Jakarta, Nusa Tenggara Barat, Sumatera Barat, Jawa Timur, dan Jawa Barat. Rekomendasi tersebut masih harus dibahas oleh Tim Perumus sebelum dibawa ke Sidang Pleno untuk memperoleh persetujuan forum. Dalam mekanisme persidangan PBNU, setiap rekomendasi komisi harus melalui pembahasan Tim Perumus dan selanjutnya disahkan dalam Sidang Pleno setelah mendapat persetujuan peserta sidang. Tahapan tersebut menjadi bagian dari tata tertib dan mekanisme pengambilan keputusan organisasi. Namun, dalam jalannya sidang, pimpinan sidang KH. Ahmad Asrori mengesahkan Pondok Pesantren Lirboyo sebagai tuan rumah Muktamar 2026. Sejumlah peserta menilai langkah tersebut dilakukan sebelum forum memberikan persetujuan, sementara hasil Komisi Organisasi sebelumnya hanya memuat nama provinsi dan belum menetapkan lokasi atau pesantren tertentu. Keputusan tersebut memicu interupsi dari sejumlah peserta. Suasana sidang sempat memanas ketika terjadi adu argumentasi di dalam forum. Menurut keterangan yang beredar dari peserta sidang, situasi semakin tegang setelah terjadi tindakan intimidasi terhadap peserta yang menyampaikan interupsi. Melihat kondisi tersebut, Rais Aam PBNU KH. Miftahul Akhyar mengambil alih jalannya sidang untuk meredakan ketegangan. Dalam arahannya, beliau membatalkan pengesahan tersebut karena menilai prosesnya tidak memenuhi prosedur dasar persidangan pleno. Pembatalan itu membuat proses penetapan tuan rumah Muktamar PBNU 2026 kembali pada tahap sebelumnya. Hingga forum berakhir, PBNU belum menetapkan tuan rumah Muktamar yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026 sehingga seluruh opsi masih terbuka untuk diputuskan melalui mekanisme organisasi yang berlaku. Peristiwa tersebut menjadi pengingat penting bahwa setiap keputusan strategis dalam organisasi harus ditempuh melalui prosedur yang telah disepakati bersama. Kepatuhan terhadap tata tertib persidangan dinilai menjadi kunci untuk menjaga legitimasi keputusan dan memperkuat tradisi musyawarah dalam tubuh PBNU.

    KEDIRI, INFOJALANAN.INFO  – Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) PBNU di Kediri diwarnai dinamika dalam pemb... Sabtu, 27 Juni 2026, Juni 27, 2026 WIB Last Updated 2026-06-27T08:38:41Z
    Rais Aam PBNU KH. Miftachul Akhyar: Hati-Hati, Kita Hidup di Zaman yang Mendahulukan Nafsu*  *Surabaya, Media InfoJalanan* – Rais Aam Syuriyah PBNU KH. Miftachul Akhyar menyampaikan peringatan keras kepada umat. Beliau minta masyarakat waspada hidup di akhir zaman.   KH. Miftachul Akhyar menyampaikan itu saat Haul Masyayikh IX & Halal Bihalal Ikatan Alumni Santri Miftachussunnah. Acara itu berlangsung di Pondok Pesantren Miftachussunnah.  “Saya cuma menyampaikan bahwa hati-hati urip di akhir zaman,” tegas KH. Miftachul Akhyar di hadapan ribuan jamaah, .  Beliau menjelaskan ciri zaman sekarang. “Ini zaman yang orang mendahulukan nafsu daripada kebenaran,” ujarnya.   KH. Miftachul Akhyar menyebut kondisi saat ini sebagai _Yaumul Harij_, hari yang tidak menentu dan tidak jelas. “Kelihatannya bagus, tapi sebetulnya jelek. Itu yang ada saat ini,” katanya.  Beliau menyorot fenomena kemunafikan sosial. “Banyak orang bertopeng. Topengnya bagus-bagus, tapi aslinya wajahnya jelek, bopeng nggak karu-karuan,” papar Rais Aam.   Menurut beliau, kebaikan kini tersembunyi. “Keapikan disembunyikan. Zamannya zaman edan,” ungkapnya.  KH. Miftachul Akhyar mengajak jamaah memaknai keberadaan di zaman ini sebagai bentuk kepercayaan dari Allah. “Kita artikan bahwa artinya kita mendapatkan kepercayaan dibarengi urip nututi zaman,” jelasnya.  Ribuan santri dan alumni memenuhi aula pesantren. Jamaah putra duduk di aula utama, sementara jamaah putri mengikuti dari ruang terpisah. Semua jamaah tampak khusyuk menyimak tausiyah Rais Aam PBNU itu.

    Rais Aam PBNU KH. Miftachul Akhyar: Hati-Hati, Kita Hidup di Zaman yang Mendahulukan Nafsu* *Surabaya, Media InfoJalanan* – Rais Aam Syuriyah PBNU KH. Miftachul Akhyar menyampaikan peringatan keras kepada umat. Beliau minta masyarakat waspada hidup di akhir zaman. KH. Miftachul Akhyar menyampaikan itu saat Haul Masyayikh IX & Halal Bihalal Ikatan Alumni Santri Miftachussunnah. Acara itu berlangsung di Pondok Pesantren Miftachussunnah. “Saya cuma menyampaikan bahwa hati-hati urip di akhir zaman,” tegas KH. Miftachul Akhyar di hadapan ribuan jamaah, . Beliau menjelaskan ciri zaman sekarang. “Ini zaman yang orang mendahulukan nafsu daripada kebenaran,” ujarnya. KH. Miftachul Akhyar menyebut kondisi saat ini sebagai _Yaumul Harij_, hari yang tidak menentu dan tidak jelas. “Kelihatannya bagus, tapi sebetulnya jelek. Itu yang ada saat ini,” katanya. Beliau menyorot fenomena kemunafikan sosial. “Banyak orang bertopeng. Topengnya bagus-bagus, tapi aslinya wajahnya jelek, bopeng nggak karu-karuan,” papar Rais Aam. Menurut beliau, kebaikan kini tersembunyi. “Keapikan disembunyikan. Zamannya zaman edan,” ungkapnya. KH. Miftachul Akhyar mengajak jamaah memaknai keberadaan di zaman ini sebagai bentuk kepercayaan dari Allah. “Kita artikan bahwa artinya kita mendapatkan kepercayaan dibarengi urip nututi zaman,” jelasnya. Ribuan santri dan alumni memenuhi aula pesantren. Jamaah putra duduk di aula utama, sementara jamaah putri mengikuti dari ruang terpisah. Semua jamaah tampak khusyuk menyimak tausiyah Rais Aam PBNU itu.

    Surabaya, InfoJalanan.info – Rais Aam Syuriyah PBNU KH. Miftachul Akhyar menyampaikan peringatan keras kepada umat. Beliau minta masyarakat... , Juni 27, 2026 WIB Last Updated 2026-06-27T08:34:25Z
    Bupati Tapanuli Utara Apresiasi Pembangunan Karakter melalui JamNas ASM HKBP  ‎

    Bupati Tapanuli Utara Apresiasi Pembangunan Karakter melalui JamNas ASM HKBP ‎

      Taput, infojalanan.info ‎Bupati Tapanuli Utara Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si., didampingi Bunda PAUD Kabupaten Tapan... , Juni 27, 2026 WIB Last Updated 2026-06-27T06:22:31Z
    Fernando Emas: Peningkatan Kepercayaan Publik terhadap Polri Layak Mendapat Apresiasi

    Fernando Emas: Peningkatan Kepercayaan Publik terhadap Polri Layak Mendapat Apresiasi

    Jakarta – InfoJalanan.Info Direktur Rumah Politik Indonesia, Fernando Emas, menilai hasil Survei Litbang Kompas yang mencatat peningkatan ke... , Juni 27, 2026 WIB Last Updated 2026-06-27T04:52:03Z
    Polri Tangkap Buronan Interpol Beijing, Tegaskan Komitmen Berantas Kejahatan Transnasional

    Polri Tangkap Buronan Interpol Beijing, Tegaskan Komitmen Berantas Kejahatan Transnasional

    Jakarta – InfoJalanan.Info Polri melalui Sekretariat National Central Bureau (NCB) Interpol Indonesia berhasil menangkap buronan Interpol Be... , Juni 27, 2026 WIB Last Updated 2026-06-27T04:48:07Z
    Bareskrim Polri Bongkar Jaringan Judi Online Internasional, Tetapkan 287 WNA dan 4 WNI sebagai Tersangka

    Bareskrim Polri Bongkar Jaringan Judi Online Internasional, Tetapkan 287 WNA dan 4 WNI sebagai Tersangka

    Jakarta – InfoJalanan.info Bareskrim Polri mengungkap jaringan perjudian online berskala internasional yang beroperasi di Indonesia. Pengung... , Juni 27, 2026 WIB Last Updated 2026-06-27T04:42:52Z
    Narapidana Lapas Kelas IIB Pasuruan Kabur, AMI Siap Gelar Aksi Demonstrasi Besar-besaran

    Narapidana Lapas Kelas IIB Pasuruan Kabur, AMI Siap Gelar Aksi Demonstrasi Besar-besaran

    SURABAYA, INFOJALANAN.INFO  – Seorang narapidana yang sedang menjalani hukuman dalam kasus penyalahgunaan narkotika dilaporkan kabur dari La... , Juni 27, 2026 WIB Last Updated 2026-06-27T04:16:23Z