JAKARTA, INFOJALANAN.INFO — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah menjadi momentum bagi Keluarga Besar Perkumpulan Pengacara dan Penasehat Hukum Indonesia (P3HI) untuk kembali meneguhkan nilai-nilai akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan bermasyarakat maupun menjalankan profesi hukum.
Peringatan yang bertepatan dengan 12 Rabiul Awal 1448 H atau 25 Agustus 2026 tersebut tidak hanya dimaknai sebagai seremoni keagamaan, tetapi juga menjadi momentum refleksi bagi para advokat untuk memperkuat integritas, persaudaraan, kepedulian sosial, serta komitmen terhadap keadilan.
Ketua Umum P3HI, Aspihani Ideris Assegaf, S.AP., S.H., M.H., mengatakan bahwa keteladanan Rasulullah SAW memiliki relevansi kuat dengan dunia hukum dan profesi advokat.
Menurutnya, sifat shiddiq (jujur), amanah, musyawarah, persaudaraan, kepedulian, dan kasih sayang merupakan nilai yang harus terus dijaga dalam menjalankan tugas profesional.
“Nilai-nilai keteladanan Rasulullah seperti kejujuran, amanah, semangat persaudaraan, musyawarah, serta kepedulian dan kasih sayang adalah pilar utama yang sejalan dengan koridor hukum dan keadilan,” ujar Aspihani.
Ia menegaskan, P3HI berupaya menjadikan nilai-nilai tersebut sebagai bagian dari budaya organisasi. Menurutnya, organisasi advokat tidak semata-mata menjadi wadah profesional, tetapi juga harus mampu menjadi ruang yang membangun rasa kekeluargaan dan solidaritas antaranggota.
“Semangat kekeluargaan dan persaudaraan menjadi pondasi yang sangat krusial dalam sebuah organisasi advokat. Ketika nilai-nilai ini diterapkan dengan sungguh-sungguh, organisasi tidak hanya berfungsi sebagai wadah profesi, tetapi juga menjadi rumah yang aman dan solid bagi para anggota,” katanya.
Aspihani juga mengingatkan para advokat P3HI, baik senior maupun junior, agar membangun tradisi saling berbagi ilmu dan pengalaman. Penyelesaian perkara, kata dia, sebaiknya menjadi ruang untuk berdiskusi dan meningkatkan kapasitas bersama, bukan ajang untuk saling membandingkan atau menjatuhkan.
“Saya selalu memanggil para advokat P3HI dengan sebutan ‘saudaraku’. Hal ini bertujuan untuk menegaskan bahwa semua advokat yang terlahir di P3HI harus mengedepankan rasa persaudaraan yang tinggi,” ungkapnya.
Lebih jauh, P3HI berharap peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H dapat memperkuat keimanan dan ketakwaan sekaligus mempererat tali silaturahmi serta kepedulian sosial.
Di tengah keberagaman masyarakat Indonesia, P3HI juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjaga persatuan, menghormati adat dan budaya Nusantara, serta membangun kehidupan yang harmonis dan damai.
Bagi P3HI, meneladani Rasulullah SAW juga berarti menjaga marwah profesi advokat melalui integritas, akhlak, profesionalitas, dan keberpihakan pada nilai-nilai keadilan.
“Dengan meneladani akhlak Rasulullah SAW, mari kita wujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, berakhlak mulia, beradat, dan hidup dalam kedamaian,” pungkas Aspihani.
(Anel Osman)


