• Jelajahi

    Copyright © Info Jalanan
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Halaman

    Kendaraan Proyek Menggunakan Identitas DSDABM Bukan Proyek Pemkot, Kendaraan Proyek RSUD Dr Soetomo Malah Catut Nama DSDABM

    Kamis, 27 Agustus 2026, Agustus 27, 2026 WIB Last Updated 2026-08-26T23:51:32Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini



    SURABAYA,INFOJALANAN.INFO – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menegur pihak kontraktor proyek yang menggunakan identitas Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) pada kendaraan proyek di Jalan Dr Moestopo, Surabaya. Penggunaan identitas tersebut dinilai menyesatkan karena membuat masyarakat mengira pekerjaan itu merupakan proyek Pemkot Surabaya.

    Kepala DSDABM Kota Surabaya, Hidayat Syah, mengatakan persoalan tersebut terungkap setelah pihaknya menerima laporan kecelakaan di kawasan proyek Jalan Dr Moestopo pada 19 Agustus 2026 malam.

    “Laporannya masuk melalui hotline Pak Wali Kota terkait adanya kecelakaan di proyek yang berlokasi di Jalan Moestopo,” ujar Hidayat Syah, Senin (24/8/2026).

    Menindaklanjuti laporan tersebut, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meminta DSDABM melakukan pengecekan untuk memastikan status proyek dan pihak yang bertanggung jawab.

    Tim Satgas Surabaya kemudian bergerak ke lokasi. Petugas membersihkan ceceran lumpur yang berasal dari kendaraan proyek untuk mencegah kondisi tersebut membahayakan pengguna jalan.

    Hasil penelusuran menunjukkan pekerjaan tersebut bukan proyek DSDABM maupun Pemkot Surabaya. Proyek itu berkaitan dengan pekerjaan pihak lain, termasuk pekerjaan yang berada di lingkungan RSUD Dr Soetomo.

    Namun, kendaraan proyek yang digunakan kontraktor justru memasang banner bertuliskan “Kendaraan Proyek Pemkot Surabaya DSDABM”. Truk tersebut juga menggunakan pelat nomor W berwarna kuning.

    “Kondisinya truk memakai pelat W warna kuning, kemudian ditempeli banner bertuliskan kendaraan proyek Pemkot Surabaya DSDABM. Akibatnya masyarakat mengira persoalan itu menjadi tanggung jawab kami,” kata Hidayat.

    Menurut Hidayat, kontraktor tidak seharusnya menggunakan identitas Pemkot Surabaya jika pekerjaan tersebut bukan bagian dari proyek pemerintah kota.

    “Kalau memang proyeknya milik Dr Soetomo, seharusnya yang dicantumkan identitas Dr Soetomo. Jangan menggunakan nama Pemkot Surabaya,” tegasnya.

    Meski tidak memiliki kewenangan terhadap proyek tersebut, DSDABM tetap mengambil langkah cepat untuk mengamankan kondisi jalan. Satgas membersihkan lumpur yang tercecer dari kendaraan proyek agar tidak kembali membahayakan pengguna jalan.

    “Walaupun bukan proyek DSDABM Surabaya, tim satgas tetap bergerak cepat membersihkan lumpur yang jatuh dari truk proyek milik Dr Soetomo,” jelas Hidayat.



    Sementara itu, pihak korban kecelakaan dan kontraktor proyek telah berhasil ditemukan. Kontraktor disebut menyatakan kesediaannya menanggung biaya perawatan korban hingga kondisi korban pulih.

    “Kontraktor sudah ditemukan dan menyatakan akan bertanggung jawab terkait biaya rumah sakit sampai korban sembuh,” ungkap Hidayat.

    Hidayat mengatakan pihak korban juga menerima itikad baik tersebut. Penyelesaian persoalan kecelakaan kini diarahkan melalui jalur kekeluargaan antara korban dan pihak kontraktor.

    Meski demikian, penggunaan identitas DSDABM pada kendaraan proyek yang bukan merupakan pekerjaan Pemkot Surabaya menjadi perhatian tersendiri. Pemkot menilai identitas pada kendaraan proyek harus sesuai dengan instansi atau pihak yang benar-benar bertanggung jawab atas pekerjaan tersebut agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

    (FRD)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini