Infojalanan.info
– Cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, pada Rabu (11/2/2026) malam memicu serangkaian bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah. Hujan deras berdurasi panjang menyebabkan tanah longsor dan banjir yang tersebar di beberapa kecamatan.
Salah satu dampak paling terasa terjadi di jalur provinsi penghubung Majalengka–Cikijing, tepatnya di kawasan Cikebo. Material longsor menutup sebagian badan jalan sehingga arus lalu lintas sempat tersendat. Kendaraan dari kedua arah tidak dapat melintas sebelum petugas melakukan penanganan darurat.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Majalengka mencatat sedikitnya 14 kejadian bencana dalam satu malam, meliputi tanah longsor dan banjir yang tersebar di 14 desa pada enam kecamatan, yakni Maja, Argapura, Talaga, Lemahsugih, Kadipaten, dan Panyingkiran.
Kepala Pelaksana BPBD Majalengka, Agus Tamim, menyampaikan bahwa wilayah selatan Majalengka memang tergolong rawan longsor, terutama saat curah hujan tinggi mengguyur secara merata. Meski demikian, hingga kini belum ada laporan korban jiwa dari seluruh kejadian tersebut.
Selain mengganggu akses transportasi, banjir juga merendam puluhan rumah warga di Kecamatan Panyingkiran. Di Desa Bonang dan Leuwiseeng, sedikitnya 65 rumah serta satu rumah ibadah terdampak genangan air. Saat ini kondisi banjir dilaporkan mulai berangsur surut, sementara proses pendataan dan pembersihan material masih berlangsung.
BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat potensi hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi masih mungkin terjadi dalam beberapa hari ke depan. Warga di daerah rawan diminta segera melapor kepada aparat setempat apabila muncul tanda-tanda pergerakan tanah maupun kenaikan debit air secara tiba-tiba.
(Yan)
