Infojalanan.info
– Pasar properti Jakarta diproyeksikan tetap berada di jalur pemulihan sepanjang 2026. Laporan terbaru dari CBRE Indonesia menyebutkan bahwa peningkatan aktivitas korporasi menjadi faktor utama yang menopang stabilitas sektor perkantoran, industri/logistik, ritel, hingga perhotelan.
Managing Director Advisory CBRE Indonesia, Angela Wibawa, menyampaikan bahwa momentum positif pada akhir 2025 berlanjut ke tahun ini. Menurutnya, ekspansi perusahaan di berbagai sektor menjadi pendorong utama permintaan ruang kantor dan fasilitas industri, sementara perubahan gaya hidup masyarakat urban memperkuat performa ritel.
Dari sisi fundamental ekonomi, Head of Research & Consulting CBRE Indonesia, Anton Sitorus, menilai stabilitas pertumbuhan ekonomi nasional menjadi landasan optimisme pasar. Pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) Indonesia yang konsisten di kisaran 5 persen dalam beberapa tahun terakhir dinilai memberi kepastian bagi investor dan pelaku usaha dalam mengambil keputusan ekspansi maupun investasi properti.
Di sektor perkantoran, kawasan pusat bisnis (CBD) Jakarta menunjukkan peningkatan tingkat hunian hingga sekitar 76 persen pada akhir 2025. Sementara itu, area non-CBD mencatat okupansi sekitar 74 persen, didorong oleh relokasi dan ekspansi penyewa yang mencari gedung dengan kualitas lebih baik serta lokasi strategis.
Sektor industri dan logistik juga mencatat kinerja solid. Penyerapan lahan industri mencapai sekitar 218 hektare sepanjang 2025, dengan tingkat okupansi pusat logistik mendekati 95 persen. Permintaan didorong oleh pertumbuhan manufaktur, e-commerce, hingga pengembangan ekosistem kendaraan listrik yang semakin agresif.
Adapun sektor ritel tetap menunjukkan ketahanan dengan tingkat okupansi di atas 85 persen. Mal kelas atas bahkan mencatat hunian mendekati 95 persen, seiring inovasi konsep gaya hidup dan kurasi tenant yang lebih selektif. Dengan kombinasi stabilitas ekonomi domestik dan daya tarik Indonesia bagi investor asing, CBRE menilai prospek pasar properti Jakarta masih akan bertumbuh dalam jangka menengah.
(Yan)
