BANJARBARU, INFOJALANAN.INFO – Akademi Kepolisian (Akpol) tengah mengevaluasi dan mematangkan perubahan struktur pendidikan untuk menyesuaikan kompetensi lulusan dengan kebutuhan tugas kepolisian di lapangan.
Langkah tersebut dilakukan melalui penelitian evaluasi kurikulum terhadap lulusan Akpol angkatan 2023 hingga 2025 yang dilaksanakan di Polres Banjarbaru, Rabu (16/9/2026).
Penelitian ini salah satunya mengkaji penyusunan kurikulum berbasis kompetensi, termasuk rencana penyesuaian masa pendidikan Taruna Akpol menjadi tiga tahun. Dengan skema tersebut, lulusan diharapkan dapat lebih cepat beradaptasi dan menjalankan tugas sebagai perwira lini pertama di satuan kewilayahan.
Ketua Tim Penelitian sekaligus Dosen Kepolisian Utama TK I, Irjen Pol Dr. Drs. Sofyan, S.H., M.Si., M.H., mengatakan penelitian di Polres Banjarbaru merupakan bagian dari pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi yang secara rutin dilakukan Akpol di berbagai wilayah Polda.
"Kegiatan penelitian ini adalah bagian yang rutin dilaksanakan oleh Akademi Kepolisian dalam rangka kegiatan Tridharma Perguruan Tinggi, yaitu kegiatan pengajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat," ujar Irjen Pol Sofyan di Aula Tribrata Polres Banjarbaru.
Tim peneliti yang terdiri dari Kombes Pol M. Syarif H.S., S.H., M.Si., Kombes Pol Hadi Winarno, S.I.K., M.M., serta Prof. Dr. Arif Yulianto, S.E., M.M. dari Universitas Negeri Semarang, dijadwalkan melaksanakan penelitian hingga Kamis (17/9/2026).
Hasil penelitian tersebut selanjutnya akan dituangkan dalam laporan sementara untuk disampaikan kepada Kapolda.
Irjen Pol Sofyan menjelaskan, penelitian tersebut diarahkan untuk mendapatkan gambaran mengenai kompetensi lulusan Akpol yang benar-benar dibutuhkan oleh satuan kewilayahan.
Selain itu, tim juga mengevaluasi tantangan yang dihadapi perwira lini pertama, mengukur kesesuaian kurikulum yang berjalan saat ini, serta merumuskan desain pengembangan kurikulum yang lebih adaptif, aplikatif, dan berbasis kompetensi.
"Tujuannya adalah mengidentifikasi profil kompetensi lulusan Akpol yang dibutuhkan oleh satuan kewilayahan, menganalisis tantangan tugas perwira lini pertama, mengevaluasi kesesuaian kurikulum saat ini, serta merumuskan desain pengembangan kurikulum yang lebih adaptif, aplikatif, dan berbasis kompetensi," jelasnya.
Menurut Irjen Pol Sofyan, Akpol merupakan perguruan tinggi terapan dengan komposisi pembelajaran yang menitikberatkan pada keterampilan profesi.
Porsi pendidikan disebut mencapai 70 persen keterampilan profesi dan 30 persen teori.
Sinkronisasi pola kurikulum juga dilakukan bersama Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK). Lulusan Akpol nantinya memperoleh gelar Sarjana Terapan Ilmu Kepolisian dan memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan ke jenjang S2, baik di STIK maupun perguruan tinggi luar negeri melalui beasiswa LPDP.
Sementara itu, Dirbintarlat Akpol Kombes Pol Muhammad Syarif Harjosaputra mengatakan perubahan kurikulum akan berdampak langsung terhadap pola pendidikan taruna, termasuk durasi pendidikan.
"Yang jelas pasti akan berpengaruh kepada peserta didik. Untuk yang tingkat tiga sekarang ini nantinya akan dibuat kurikulum yang baru cuma tiga tahun, artinya setelah tiga tahun dia lulus langsung melaksanakan dinas di wilayah," ungkap Kombes Pol M. Syarif.
Ia menjelaskan, gagasan tersebut tidak muncul secara tiba-tiba. Penyesuaian kurikulum merupakan bagian dari evaluasi berkala dengan mempertimbangkan masukan dari para kepala satuan kewilayahan mengenai perkembangan kebutuhan tugas kepolisian.
Dengan evaluasi tersebut, kurikulum pendidikan Akpol diharapkan tidak hanya memberikan bekal akademik, tetapi juga memastikan lulusan memiliki kompetensi yang relevan ketika langsung ditempatkan di lapangan.
Kapolres Banjarbaru AKBP Pius X Febry Aceng Loda menyambut baik penelitian yang dilakukan tim Akpol tersebut.
Menurutnya, evaluasi dan pembaruan kurikulum memiliki arti penting dalam menyiapkan sumber daya manusia Polri, khususnya calon pemimpin di masa mendatang.
"Kami mendukung kegiatan ini karena memang penting sekali untuk regenerasi kepemimpinan khususnya di kepolisian ke depannya," kata AKBP Pius X Febry Aceng Loda.
Ia menyebutkan, Polres Banjarbaru saat ini memiliki empat perwira muda lulusan Akpol dari angkatan 2023, 2024, dan 2025 yang menjadi bagian dari objek evaluasi penelitian.
"Terima kasih kami sampaikan kepada ketua tim dan rombongan yang sudah berkunjung. Semoga kegiatan ini bermanfaat untuk kemajuan Polri ke depannya," pungkasnya.
(Irfani)


