Infojalanan.info
– Sebuah video yang memperlihatkan adu argumen antara seorang pengendara mobil dan petugas Patroli dan Pengawalan (Patwal) di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, menjadi perbincangan luas di media sosial. Insiden tersebut terjadi saat petugas tengah mengawal kendaraan berpelat nomor RI 21.
Perempuan bernama Zilly Larasati, yang mengunggah rekaman tersebut melalui akun media sosialnya, mengaku mengalami peristiwa yang menurutnya membahayakan ketika hendak melintas di sebuah persimpangan Jalan Pintu Satu Senayan.
Dalam keterangannya, Zilly menjelaskan bahwa dirinya telah berada dalam antrean kendaraan untuk berbelok ketika iring-iringan pengawalan melintas. Ia mengaku motor patwal tiba-tiba mendekati kendaraannya hingga membuatnya merasa terdesak.
Menurut Zilly, situasi tersebut memicu ketegangan karena ia merasa sudah berada pada jalur yang semestinya. Ia juga mengaku sempat menerima teguran dengan nada keras dari petugas saat kejadian berlangsung.
Momen itu kemudian terekam dalam video yang beredar luas. Dalam rekaman tersebut, Zilly menyampaikan protes kepada petugas dan meminta agar pengawalan dilakukan dengan tetap memperhatikan keselamatan pengguna jalan lainnya.
Pada unggahan lain, Zilly juga menyampaikan kritik terhadap penggunaan pengawalan kendaraan pejabat di tengah kepadatan lalu lintas. Ia menilai seluruh masyarakat memiliki kepentingan yang sama untuk tiba di tujuan dengan aman dan tepat waktu.
Menanggapi viralnya video tersebut, seorang petugas yang mengaku sebagai anggota Patwal bernama Dimas menghubungi Zilly melalui pesan langsung di media sosial. Dalam pesannya, ia menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi selama proses pengawalan.
Petugas tersebut juga memberikan klarifikasi terkait tudingan telah memaki pengendara. Ia menjelaskan bahwa suara yang terdengar keras berasal dari penggunaan mikrofon yang terhubung ke pengeras suara saat bertugas mengatur lalu lintas, sehingga dapat menimbulkan kesalahpahaman.
Peristiwa ini kembali menjadi perhatian publik terkait pelaksanaan pengawalan kendaraan pejabat di jalan raya. Banyak warganet berharap pengawalan tetap mengedepankan keselamatan, etika berlalu lintas, serta menghormati hak pengguna jalan lainnya agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
(Yan)
