SURABAYA, INFOJALANAN.INFO – Suasana hening dan penuh kekhusyukan menyelimuti kawasan Arca Joko Dolog pada Kamis Kliwon (2/7/2026) saat 99 peserta dari berbagai daerah mengikuti Semedi Bersama 99 Orang, salah satu agenda utama dalam rangkaian Festival Joko Dolog Surabaya 2026.
Kegiatan ini menjadi momentum spiritual bagi para peserta untuk memanjatkan doa bersama, melakukan olah batin, serta memohon keselamatan, kesehatan, kedamaian, dan kesejahteraan bagi bangsa, negara, serta seluruh masyarakat.
Dalam keheningan prosesi, para peserta diajak merenungi makna kehidupan sekaligus mempererat hubungan antara manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa, sesama manusia, dan alam semesta. Suasana sakral di pelataran Arca Joko Dolog semakin menegaskan nilai-nilai budaya dan spiritual yang menjadi ruh dari festival tersebut.
Ketua Panitia Festival Joko Dolog Surabaya 2026 sekaligus Ketua Abdi Dalem Eyang Joko Dolog, Khoirul Anam, S.H., menyampaikan bahwa kegiatan semedi diharapkan menjadi ruang refleksi di tengah kehidupan perkotaan yang serba cepat dan penuh tekanan.
"Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk sejenak berhenti dari hiruk-pikuk aktivitas sehari-hari, menenangkan pikiran, memperkuat spiritualitas, dan membangun kehidupan yang lebih damai serta harmonis," ujarnya.
Senada dengan itu, Ketua Paguyuban Semedi Mukti Wibawa sekaligus Koordinator Acara Semedi Bersama 99, KNA Ragil H., S.Pd., menjelaskan bahwa semedi merupakan bagian dari warisan budaya Nusantara yang mengandung nilai pengendalian diri, kejernihan berpikir, dan keteguhan batin dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
Seluruh rangkaian semedi dipimpin oleh Romo Anwar Zen, S.Mw., yang membimbing peserta melalui doa, pengheningan cipta, hingga prosesi semedi berlangsung dengan tertib dan penuh penghayatan.
Panitia berharap Semedi Bersama 99 Orang dapat terus menjadi agenda budaya dan spiritual tahunan yang tidak hanya melestarikan kearifan leluhur, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dalam membangun persaudaraan, ketenteraman batin, dan keharmonisan sosial.
Festival Joko Dolog Surabaya 2026 kembali menunjukkan bahwa pelestarian budaya tidak hanya diwujudkan melalui pertunjukan seni, tetapi juga melalui penguatan nilai-nilai spiritual yang menjadi bagian penting dari jati diri bangsa Indonesia.
(Red)



