Surabaya, infojalanan.info –
Suasana kawasan Cagar Budaya Arca Joko Dolog dipenuhi semangat kebangsaan dan kecintaan terhadap warisan leluhur melalui penyelenggaraan Kirab Budaya Cakrawala Mandala Dwipantara dalam rangkaian Festival Joko Dolog Surabaya Ke-3 Tahun 2026. Kegiatan yang digelar pada Kamis Kliwon ini berlangsung meriah, tertib, dan sarat nilai budaya.
Sekitar 500 peserta dari Surabaya serta berbagai daerah di Indonesia ambil bagian dalam kirab budaya tersebut. Mereka berasal dari komunitas budaya, sanggar seni, paguyuban adat, pegiat tradisi, hingga masyarakat umum yang bersama-sama menampilkan keberagaman budaya Nusantara melalui balutan busana adat dan atribut tradisional yang memukau.
Kirab ini menjadi simbol persatuan dalam keberagaman sekaligus wujud nyata komitmen bersama untuk menjaga, merawat, dan memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada masyarakat luas. Sepanjang rute kirab, para peserta mendapat sambutan hangat dari masyarakat yang turut menyaksikan kemeriahan acara.
Ketua Panitia Festival sekaligus Ketua Abdi Dalem Eyang Joko Dolog, Khoirul Anam, S.H., menyampaikan bahwa Kirab Budaya Cakrawala Mandala Dwipantara bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan sarana mempererat persaudaraan dan memperkokoh identitas bangsa melalui pelestarian budaya.
"Keberagaman budaya adalah kekayaan yang menyatukan Indonesia. Melalui kirab ini kami ingin mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus menjaga dan melestarikan warisan leluhur sebagai bagian dari jati diri bangsa. Terima kasih kepada seluruh peserta, relawan, dan pihak yang telah mendukung suksesnya kegiatan ini," ujarnya.
Koordinator Kirab Budaya, Nessy, turut mengapresiasi antusiasme peserta yang datang dari berbagai daerah. Menurutnya, tingginya partisipasi masyarakat menunjukkan bahwa kepedulian terhadap budaya Nusantara terus tumbuh dan menjadi kekuatan dalam membangun persatuan.
Festival Joko Dolog Surabaya yang kini memasuki penyelenggaraan tahun ketiga diharapkan semakin mengukuhkan Cagar Budaya Arca Joko Dolog sebagai pusat pelestarian sejarah, budaya, dan spiritualitas, sekaligus menjadi ruang edukasi yang menginspirasi masyarakat untuk terus merawat warisan budaya Indonesia bagi generasi yang akan datang.
(Teguh)




