Makassar, Infojalanan.info – Ketua Harian Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Tri Tito Karnavian memacu para perajin dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk mengembangkan produk kerajinan berkelanjutan. Inovasi tersebut dinilai penting untuk menjawab kebutuhan pasar yang semakin mengedepankan aspek ramah lingkungan.
“Kita tahu saat ini banyak sekali permintaan-permintaan kerajinan-kerajinan yang memang bahan-bahannya sebetulnya sudah dari sumber alam,” ujar Tri saat menghadiri acara Pendampingan Kewirausahaan dan Pengembangan Produk Kerajinan Khas Daerah bagi UMKM Wilayah Sekitar Tambang dan Hulu Migas di Hotel Claro Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Kamis (9/7/2026).
Tri mengatakan, Dekranas berkomitmen mendukung pengembangan kerajinan berkelanjutan sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan pelestarian lingkungan. Menurutnya, meningkatnya perhatian terhadap isu lingkungan juga perlu direspons oleh para pelaku usaha kerajinan.
Ia menjelaskan, banyak produk kerajinan di Indonesia memanfaatkan bahan baku yang berasal dari alam. Karena itu, proses produksinya juga perlu memperhatikan prinsip keberlanjutan agar mampu memenuhi tuntutan pasar yang semakin mengutamakan produk ramah lingkungan.
Selain mendorong pengembangan produk, Tri juga menekankan pentingnya memperkuat pemasaran hasil karya para perajin. Menurutnya, pembinaan tidak cukup hanya berfokus pada peningkatan kualitas produk, tetapi juga harus mampu membuka akses pasar yang lebih luas.
"Produksi yang dibuat oleh perajin tidak ada artinya kalau pemasarannya tidak mencapai yang diinginkan," katanya.
Karena itu, ia berharap produk-produk hasil pembinaan dapat ditampilkan dalam berbagai pameran, baik di tingkat nasional maupun internasional. Secara khusus, ia juga mendorong promosi kerajinan khas Provinsi Sulsel agar semakin dikenal di pasar dunia.
"Produksi-produksi mereka tidak kalah untuk kualitas dan keunikannya di dunia internasional," ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Tri Tito turut mengapresiasi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Pemerintah Provinsi Sulsel, Pemerintah Kota Makassar, serta para mitra yang telah mendukung pembinaan dan pendampingan bagi para perajin. Ia berharap sinergi tersebut terus diperkuat untuk menciptakan produk kerajinan yang berkualitas, berkelanjutan, dan mampu bersaing di pasar global. Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kapasitas perajin sekaligus memperluas peluang pemasaran produk kerajinan Indonesia.
Turut hadir pada kegiatan tersebut Wakil Ketua Harian II Dekranas Sri Suparni Bahlil, Ketua Dekranasda Provinsi Sulsel Naomi Octarina, Ketua Bidang Wirausaha Baru Metty Herindra, dan para pihak terkait lainnya.
(Red)
