masukkan script iklan disini
SURABAYA – INFOJALANAN.INFO
Komitmen untuk melahirkan generasi muda yang tidak hanya sehat secara fisik tetapi juga tangguh dalam karakter dan moral, terus digelorakan oleh elemen masyarakat di Kota Pahlawan. Salah satu aksi nyata ditunjukkan oleh Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Babatan, Kecamatan Wiyung, Kota Surabaya.
Melalui payung program unggulan "Kampung Pancasila", LPMK Babatan sukses menggelar aksi sosial kemanusiaan berupa Khitan Massal Gratis yang menyasar anak-anak dari keluarga kurang mampu di wilayah setempat. Kegiatan yang berlangsung khidmat dan penuh kegembiraan ini dipusatkan di Kantor Kelurahan Babatan pada Minggu, 14/6/2026.
Sebanyak 31 anak tercatat menjadi peserta dalam bakti sosial ini. Guna memberikan pelayanan terbaik dan meminimalkan trauma pada anak, pihak panitia penyelenggara menerapkan metode khitan modern, yakni Metode Sunat Plasma Energy.
Melalui payung program unggulan "Kampung Pancasila", LPMK Babatan sukses menggelar aksi sosial kemanusiaan berupa Khitan Massal Gratis yang menyasar anak-anak dari keluarga kurang mampu di wilayah setempat. Kegiatan yang berlangsung khidmat dan penuh kegembiraan ini dipusatkan di Kantor Kelurahan Babatan pada Minggu, 14/6/2026.
Sebanyak 31 anak tercatat menjadi peserta dalam bakti sosial ini. Guna memberikan pelayanan terbaik dan meminimalkan trauma pada anak, pihak panitia penyelenggara menerapkan metode khitan modern, yakni Metode Sunat Plasma Energy.
Gunakan Pendekatan Hipnoterapi, Minimalkan Ketakutan Anak. Langkah inovatif diambil oleh LPMK Babatan dalam pelaksanaan khitanan ini. Untuk mendukung kenyamanan psikologis peserta agar tidak merasa tegang atau takut, LPMK menggandeng tenaga medis dan praktisi profesional yang ahli di bidangnya.
Di garda depan pelayanan medis, hadir Klinikal Hipnoterapis drg. Ilfi Kharisma Yunita bersama
Heri Suyanti, S.Kep., Ns., CHt. Beserta tim Kombinasi antara teknologi Plasma Energy yang minim rasa sakit serta teknik hipnoterapi terbukti ampuh mengubah atmosfer ruang khitan yang biasanya tegang dan diwarnai tangisan, menjadi jauh lebih tenang dan ramah anak.
Manfaat dari metode modern ini dirasakan langsung oleh salah satu peserta khitan, M. Risqi Akbar P. Bocah yang mulanya sempat merasa khawatir ini mengaku terkejut karena proses tindakan berjalan begitu cepat tanpa rasa sakit yang berarti.
"Proses sunatnya nggak sakit sama sekali, Mas. Cepat dan nggak tegang," ungkap Risqi polos dengan wajah sumringah seusai keluar dari ruang tindakan.
Apresiasi dari Lintas Sektor dan Dorongan Pelestarian Budaya
Kegiatan yang menyentuh langsung hajat hidup masyarakat bawah ini mendapat atensi dan dukungan luas dari jajaran pemerintahan tingkat kecamatan hingga legislatif Kota Surabaya.
Hadir memberikan dukungan moral secara langsung di lokasi acara, antara lain:
- Budiono, S.Pd., M.M. (Camat Wiyung)
- Hertika Vitra Hening, S.H., M.Si. (Lurah Babatan)
- Sigit Nur Cahyahto (Ketua LPMK Babatan)
- Johari Mustawan, S.T.P., M.A.R.S. (Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya)
Dalam sambutannya, Camat Wiyung Budiono, S.Pd., M.M., memberikan acungan jempol atas inisiatif dan kerja keras pengurus LPMK Babatan. Ia berharap program Kampung Pancasila ini dapat menularkan energi positif ke wilayah lain.
"Program seperti ini sangat bagus karena menyentuh langsung kebutuhan riil warga yang sedang membutuhkan bantuan. Saya berharap terobosan dan kepedulian dari LPMK Babatan ini bisa menjadi contoh nyata yang ditiru oleh LPMK kelurahan-kelurahan lain di wilayah Kecamatan Wiyung," harap Budiono.
Senada dengan Camat, Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya, Johari Mustawan, S.T.P., M.A.R.S., menyampaikan apresiasi mendalam. Pria yang akrab disapa Bang Jo ini menilai aksi sosial ini memiliki dimensi ganda, yakni sebagai pemenuhan layanan kesehatan sekaligus menjalankan syiar bagi warga Muslim. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada pihak RS Graha Medika yang telah memberikan dukungan penuh demi kelancaran acara.
Lebih jauh, Johari mengingatkan agar nilai-nilai gotong royong yang tercermin dalam program Kampung Pancasila ini terus diintegrasikan dengan kearifan lokal yang sudah mengakar di masyarakat Babatan.
"Masih banyak orang tua yang ingin mengkhitankan anaknya tetapi terkendala oleh biaya. Karenanya, langkah LPMK Babatan ini wajib kita dukung penuh. Ke depan, momentum Sedekah Bumi yang menjadi agenda tahunan warga Babatan bisa kita kemas dan buat lebih
besar lagi dengan menyisipkan kegiatan sosial seperti ini. Meskipun zaman bergerak modern, akar budaya dan tradisi luhur harus tetap kita jaga," urai legislatif dari Komisi D tersebut.
Sementara itu, Ketua LPMK Babatan Sigit Nur Cahyahto menjelaskan bahwa filosofi di balik gerakan "Kampung Pancasila" adalah mendaratkan nilai-nilai luhur dasar negara ke dalam aksi sosial yang nyata dan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Khitanan massal ini merupakan fondasi awal untuk membangun peradaban lingkungan yang lebih baik, Komitmen jangka panjang LPMK babatan.
"Kampung Pancasila adalah wujud konkrit kepedulian kami terhadap kesehatan, tumbuh kembang, dan moralitas generasi muda. Kita semua ingin mewujudkan generasi yang sehat badannya, berakhlak mulia perilakunya, dan tertanam kuat rasa cinta tanah air di dadanya. Ikhtiar besar itu kita mulai hari ini dari Kelurahan Babatan," tegas Sigit penuh optimisme.
Menutup rangkaian acara, segenap pengurus LPMK Babatan menyatakan komitmennya untuk tidak berhenti sampai di sini. Ke depan, LPMK Babatan bersiap menyusun rute program kerja berkelanjutan guna meningkatkan kepekaan dan kepedulian sosial, serta memastikan bahwa kehadiran lembaga masyarakat dapat menjadi solusi nyata bagi setiap permasalahan warga yang membutuhkan bantuan.
( Dwi Suryo )



