SURABAYA – INFOJALANAN.INFO
Menjelang peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Surabaya terus masif bergerak membenteng generasi muda dari ancaman bahaya laten narkoba. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah dengan memperkuat sinergi bersama gerakan kepanduan melalui implementasi Program Ananda Bersinar (Aksi Nasional Anti Narkotika Dimulai dari Anak Bersih Narkotika).
Langkah konkrit tersebut diwujudkan dalam agenda Pembekalan Calon Anggota Saka (Satuan Karya) Anti Narkoba Kota Surabaya yang digelar secara mandiri di Aula Kantor BNN Kota Surabaya, Jumat (12/6/2026). Kegiatan intensif yang berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 14.40 WIB ini, diikuti oleh belasan siswa anggota Pramuka Penegak beserta guru pendamping se-Kota Surabaya.
Kepala BNN Kota Surabaya, KBP Heru Prasetyo S.I.K .,M.Hum yang juga bertindak sebagai Ketua Majelis Pembimbing Saka Anti Narkoba Surabaya, memimpin langsung jalannya upacara pembukaan. Acara yang diawali dengan khidmat melalui kumandangan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars Anti Narkoba ini, turut dihadiri oleh Wakil Ketua Bidang Saka dan Bela Negara Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Kota Surabaya.
Dalam rilis resminya, Kepala BNN Kota Surabaya menekankan bahwa pembentukan Saka Anti Narkoba ini merupakan investasi jangka panjang untuk menyelamatkan masa depan bangsa. Melalui pembekalan ini, para anggota Pramuka Penegak dipersiapkan untuk menjadi agen perubahan (agent of change) sekaligus perpanjangan tangan BNN dalam mengampanyekan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Guna memastikan para calon anggota memiliki kompetensi yang mumpuni, BNNK Surabaya menerjunkan tim instruktur terbaiknya. Materi pertama dibuka oleh Kak Rudy yang mengupas tuntas mengenai wawasan keSAKAan. Memasuki sesi inti, para peserta dibekali pendalaman materi krida secara komprehensif, meliputi materi Krida Rehabilitasi yang disampaikan oleh dr. Putri Damayanti (Kak Putri), serta materi Krida Pemberantasan oleh M. Viqri A (Kak Viqri). Tak ketinggalan, materi Krida Pencegahan juga dikupas tuntas untuk melengkapi insting kerelawanan para peserta oleh kak lukman.
Guna mencairkan suasana dan menguji kesiapan mental, kegiatan dilanjutkan dengan sesi interaktif berupa pemahaman Peran Saka dan metode bermain peran (roleplay) menolak narkoba. Sesi ini dipandu secara kreatif oleh Pamong Putra Kak Udin (Choirudin) dan Pamong Putri Kak Ica (Ika Nur W).
Puncak acara ditandai dengan prosesi sakral berupa penyematan Pin dan Badge Saka Anti Narkoba kepada 15 siswa anggota Penegak yang hadir. Penyematan ini menjadi simbol bahwa mereka telah resmi memikul tanggung jawab moral sebagai bagian dari benteng pertahanan negara melawan narkoba. Hingga akhir kegiatan, seluruh rangkaian acara berjalan dengan tertib, lancar, dan tanpa hambatan yang berarti.
( Dwi Suryo )


