SURABAYA, INFOJALANAN.INFO – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus berupaya memeratakan akses pendidikan berkualitas di wilayah pinggiran. Langkah konkret ini ditegaskan dalam pertemuan strategis antara Lurah Tambak Wedi, Muchamad Yusufian, bersama Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Kota Surabaya yang berlangsung hari ini.
Pertemuan dinas tersebut digelar secara khusus untuk membahas rencana matang serta percepatan realisasi pembangunan gedung Sekolah Dasar (SD) negeri baru di wilayah Kelurahan Tambak Wedi, Kecamatan Kenjeran, Surabaya.
Lurah Tambak Wedi, Muchamad Yusufian, menyampaikan bahwa penambahan fasilitas pendidikan di wilayahnya sudah menjadi kebutuhan yang sangat mendesak bagi warga sekitar. Selama ini, keterbatasan jumlah sekolah dasar negeri membuat anak-anak di kawasan Tambak Wedi harus menempuh jarak yang cukup jauh untuk bersekolah.
"Pertemuan bersama Bapak Kadispendik hari ini merupakan respons cepat pemerintah atas aspirasi masyarakat Tambak Wedi. Kami membahas secara detail mulai dari kesiapan lahan, aspek zonasi, hingga estimasi daya tampung siswa. Pembangunan SD baru ini diharapkan dapat memangkas jarak geografis sekaligus memberikan fasilitas belajar yang layak dan aman bagi anak-anak kami," ujar Muchamad Yusufian.
Sinergi lintas instansi demi pemerataan pendidikan dalam kesempatan yang sama, pihak Dinas Pendidikan Kota Surabaya menyambut baik kesiapan koordinasi dari pihak kelurahan. Dinas Pendidikan menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur sekolah baru di kawasan padat penduduk seperti Tambak Wedi merupakan salah satu program prioritas Pemkot Surabaya dalam menghapus disparitas mutu pendidikan.
Rencana pembangunan ini nantinya tidak hanya fokus pada pendirian fisik gedung sekolah, melainkan juga kenyamanan akses jalan menuju sekolah serta penyediaan sarana prasarana penunjang literasi digital yang memadai.
Harapan baru bagi warga Tambak Wedi kabar mengenai rencana pembangunan sekolah ini langsung disambut antusias oleh tokoh masyarakat dan warga setempat. Keberadaan SD negeri baru di wilayah Tambak Wedi dinilai akan sangat membantu meringankan beban akomodasi orang tua murid, sekaligus mengoptimalkan penerapan sistem zonasi pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di masa mendatang.
Setelah pertemuan ini, pihak kelurahan bersama Dinas Pendidikan dijadwalkan akan segera melakukan peninjauan lapangan gabungan untuk memfinalisasi lokasi lahan yang akan digunakan, guna memastikan proyek strategis ini dapat berjalan sesuai dengan linimasa yang telah direncanakan.
(Pramuja)
