SURABAYA, INFOJALANAN.INFO – Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, tak mampu membendung amarahnya saat menggelar inspeksi mendadak (sidak) malam hari di kawasan Pasar Blauran, Surabaya. Geram melihat sengkarut parkir liar yang memicu kemacetan parah, orang nomor satu di Pemkot Surabaya ini langsung menyemprot petugas Dinas Perhubungan (Dishub) hingga memberikan ultimatum pemecatan kepada juru parkir (jukir) nakal.
Aksi tegas tersebut terekam dalam sebuah video yang diunggah langsung melalui akun Instagram pribadi Eri Cahyadi, dan mendadak viral serta menjadi perbincangan hangat warganet.
Motor Diparkir Tiga Baris, Trotoar Rusak kemarahan Eri Cahyadi dipicu oleh temuan di lapangan di mana sepeda motor merangsek hingga memakan badan jalan sampai tiga baris. Kondisi ini membuat ruas jalan di sekitar pusat perdagangan legendaris tersebut menyempit drastis. Tak hanya memicu kemacetan panjang, kendaraan juga terlihat nekat nangkring di atas trotoar hingga merusak fasilitas bagi pejalan kaki.
Eri menegaskan, penertiban di kawasan Pasar Blauran sebenarnya sudah berulang kali dilakukan, bahkan beberapa jukir sudah pernah dijatuhi sanksi Tindak Pidana Ringan (Tipiring). Namun, pelanggaran serupa terus berulang.
"Parkir di sekitar Pasar Blauran ini sudah bolak-balik ditertibkan. Tapi masih banyak juru parkir yang menata sepeda motor sampai tiga baris. Padahal peraturannya jelas, parkir motor harus satu baris saja," tulis Eri dalam keterangan unggahannya.
Semprot Petugas Dishub dan Ultimatum Pecat Jukir saat sidak berlangsung, suasana sempat memanas ketika Eri mempertanyakan kinerja dan fungsi pengawasan para petugas Dishub yang berjaga di lokasi. Ia menilai petugas di lapangan cenderung pasif dan melakukan pembiaran.
"Kamu lihat ada kendaraan seperti ini kenapa tidak ditolong diatur? Kenapa tidak lapor? Kalau seperti ini terus, Surabaya yang dirugikan!" tegas Eri dengan nada tinggi kepada petugas Dishub yang berjaga.
Eri bahkan langsung menginstruksikan seluruh petugas yang sedang berpatroli malam itu untuk merapat ke lokasi guna melakukan sterilisasi jalan.
Tidak berhenti di situ, Eri juga melayangkan ancaman sanksi terberat bagi para jukir yang masih nekat kucing-kucingan melanggar aturan satu baris parkir di tepi jalan umum.
"Kalau kejadian seperti ini terulang lagi, saya copot tukang parkirnya. Ini peringatan terakhir," ultimatum mantan Kepala Bappeko Surabaya tersebut.
Alihkan Kendaraan ke Gedung BG Junction sebagai solusi konkret untuk mengurai kepadatan, Eri meminta petugas Dishub dan jukir lebih tegas mengarahkan pengendara ke kantong parkir alternatif jika kapasitas satu baris di tepi jalan sudah terpenuhi. Salah satu opsi terdekat adalah gedung BG Junction yang kapasitasnya terpantau masih sangat longgar.
"Saya sudah cek langsung. Di dalam BG Junction masih banyak tempat kosong. Kalau parkir di tepi jalan sudah penuh satu baris, arahkan masuk ke sana," perintahnya.
Di akhir keterangannya, Eri Cahyadi juga mengetuk kesadaran warga Kota Pahlawan untuk ikut aktif mengawasi fasilitas publik dan melaporkan segala bentuk pelanggaran.
"Saya mohon bantuan warga Surabaya. Kalau melihat ada yang perlu diperbaiki, sampaikan kepada kami. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kita jaga Surabaya bersama-sama," pungkasnya.
(Pramuja)

