(Salah satu kelas di SMAN 10 Bandung tampak kosong saat jam pelajaran pada Kamis dan Jumat 10 - 11 September 2026)
BANDUNG, INFOJALANAN – Terkait informasi dari beberapa
orang tua siswa SMAN 10 Bandung pada Redaksi Info Jalanan tentang terjadinya
wabah penyakit yang meyerang puluhan siswa pada waktu yang sama, manajemen SMA
10 Bandung akhirnya memberikan jawaban tertulis resmi terkait pemberitaan
dugaan wabah Demam Berdarah Dengue (DBD) yang menyerang puluhan siswa di
lingkungan sekolah mereka. Dalam surat jawabannya yang diterima Redaksi pada
Senin, 14 September 2026 tertanda PLT Kepala Sekolah, pihak sekolah secara
tegas membantah adanya lonjakan kasus DBD dan menyebut informasi yang beredar
tidak sesuai dengan fakta di lapangan.
Pihak sekolah mengklaim bahwa situasi yang terjadi
sebenarnya adalah adanya beberapa siswa, khususnya di kelas XII-1, yang
tidak dapat mengikuti pelajaran karena mengalami gejala sakit berupa demam,
flu, batuk, pegal-pegal, dan sakit kepala secara bersamaan.
Dalih Sekolah : Mayoritas Gejala Umum, Hanya Satu Siswa
Positif DBD di Kelas Berbeda
Menurut pihak manajemen SMAN 10 Bandung, keluhan sakit
tersebut diketahui berdasarkan surat keterangan sakit atau informasi langsung
yang disampaikan oleh orang tua siswa kepada pihak sekolah. Dari sekian banyak
siswa yang absen, sekolah menegaskan bahwa mayoritas hanya mengalami gejala
umum (common cold/flu) dan tidak menunjukkan diagnosis medis DBD. Namun,
sekolah mengakui adanya satu siswa dengan kasus DBD positif menimpa siswanya
bersamaan dengan siswa lain yang di akui hanya terjangkit Flu.
"Berdasarkan informasi yang kami terima, hanya ada
satu siswa yang terkonfirmasi positif DBD, dan siswa tersebut berasal dari
kelas XII-7 yang saat ini memang sedang menjalani perawatan. Sementara untuk
kelas XII-1, mayoritas hanya mengalami gejala umum dan tidak menunjukkan
diagnosis DBD," tulis pihak sekolah dalam surat jawaban resminya
kepada Info Jalanan.
Klaim Tindakan Responsif: Berlakukan PJJ Dua Hari dan
Sterilisasi Kelas XII-1
Menanggapi fenomena tumbangnya siswa di kelas XII-1, pihak
sekolah mengaku telah mengambil langkah cepat dan responsif demi mengantisipasi
penularan yang lebih luas. Langkah yang diambil di antaranya adalah menetapkan
kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau meliburkan aktivitas tatap muka
selama dua hari (Kamis dan Jumat) khusus untuk kelas XII-1. Selain itu,
sekolah juga mengklaim telah melakukan sterilisasi dan penyemprotan di dalam
ruangan kelas XII-1 tersebut.
Investigasi Lanjutan : Info Jalanan Akan Uji Klaim
Sekolah ke Puskesmas
Meskipun pihak sekolah telah memberikan rincian kronologi
versi mereka, Info Jalanan bersama jaringan orang tua murid akan terus
mengawal kasus ini. Muncul pertanyaan kritis dari publik, apakah gejala
"demam, sakit kepala, dan pegal-pegal massal" di kelas XII-1 tersebut
sudah diperiksa secara medis melalui uji laboratorium (cek darah/NS1) untuk
memastikan itu bukan DBD? Mengingat gejala awal DBD kerap menyerupai flu berat,
dan kalau hanya Flu saja kenapa harus ada PJJ serta penyemprotan di area
kelas?
Diketahui sejak terjadinya wabah pada awal bulan September 2026
hingga surat Hak Jawab diberikan ke Humas sekolah pada Jumat, 11 September 2026,
menurut info dari internal sekolahan kejadian ini tidak pernah dilaporkan pada
kewilayahan dan juga puskesmas terdekat, hal tersebut terbukti saat redaksi
mengkonfirmasi pada pemerintah kewilayahan, puskesmas dan polsek terdekat yang
mengaku semua belum pernah mendapat laporan terkait kejadian ini.
Tindakan pembiaran wabah penyakit menular, pengabaian
keselamatan anak, serta upaya menutup-nutupi informasi kesehatan publik ini
berpotensi menabrak sejumlah regulasi berat, antara lain :
- UU
No. 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan (Pasal 362 & 443): Terkait
kewajiban pencegahan penyakit menular dan sanksi pidana bagi pihak yang
menyembunyikan informasi wabah.
- UU
No. 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular: Mengenai sanksi hukum
bagi pihak yang menghalangi penanggulangan wabah.
- UU
No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik: Yang mengancam
pidana badan publik yang sengaja menyembunyikan informasi yang mengancam
hajat hidup orang banyak.
Redaksi Info Jalanan Bersama para orang tua
siswa yang anaknya terjangkit wabah mendesak Dinas Pendidikan Jawa Barat
dan Dinas Kesehatan Kota Bandung untuk segera turun tangan melakukan
investigasi menyeluruh, melakukan sterilisasi total di SMA 10 Bandung guna
memberikan kepastian terkait keamanan Kesehatan siswa disekolah, serta
mengevaluasi kinerja Kepala Sekolah yang dinilai lalai melindungi keselamatan
siswa di lingkungan pendidikan.
Pewarta : Mulyadi