SURABAYA, INFOJALANAN.INFO – Suasana penuh kehangatan terlihat di Studio 2 XXI Tunjungan Plaza 3 Surabaya, Kamis (17/9/2026) sore. Direktur Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (Dirres PPA-PPO) Polda Jawa Timur Kombes Pol Ganis Setyaningrum bersama jajaran menggelar nonton bareng (nobar) film Istimewa bersama anak-anak penyandang disabilitas.
Kegiatan yang berlangsung sekitar pukul 16.40 WIB tersebut tidak sekadar menjadi hiburan. Nobar film Istimewa menjadi ruang untuk membangun kebersamaan sekaligus menyampaikan pesan tentang penerimaan, kesetaraan, kasih sayang keluarga, serta kesempatan yang sama bagi anak-anak penyandang disabilitas untuk berkembang.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Siti Rafika Hardhiansari, aktivis perempuan dan sosial Jawa Timur sekaligus pemerhati penyandang disabilitas, bersama sejumlah anak difabel dan para orang tua.
Rafika menyampaikan apresiasi kepada Kombes Pol Ganis Setyaningrum yang telah menginisiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, kesempatan menikmati film bersama menjadi pengalaman yang memberikan pesan positif dan inspiratif bagi anak-anak difabel.
"Terima kasih kepada Ibu Kombes Pol Ganis Setyaningrum yang telah mengadakan nobar film Istimewa. Kegiatan ini sangat menginspirasi dan memberikan ruang kebersamaan bagi adik-adik difabel," ujar Rafika.
Kombes Pol Ganis Setyaningrum tampak menikmati suasana kebersamaan bersama anak-anak istimewa yang telah dikenalnya sejak beberapa tahun lalu. Di antara mereka terdapat si kembar tunanetra Nakula dan Sadewa serta sejumlah anak penyandang disabilitas lainnya.
Kedekatan tersebut bukan kali pertama terjalin. Jejak kegiatan sosial Ganis Setyaningrum ketika menjabat Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak pada 2020 menunjukkan sejumlah kegiatan bersama Rafika dan anak-anak difabel maupun anak yatim dan piatu.
Kegiatan tersebut antara lain dikemas dalam bentuk Jumat Berkah dan berbagai aktivitas sosial lainnya. Selain berbagi, kegiatan itu juga diarahkan untuk memberikan motivasi dan semangat kepada anak-anak agar terus berkarya dan mengembangkan potensi yang dimiliki.
Kesamaan perhatian terhadap perlindungan perempuan dan anak serta upaya pemberantasan perdagangan orang juga menjadi salah satu titik temu antara Ganis Setyaningrum dan Rafika. Keduanya diketahui beberapa kali terlibat dalam kegiatan sosial kemasyarakatan yang berkaitan dengan kepedulian terhadap kelompok rentan.
Bagi Rafika, film Istimewa memiliki pesan yang kuat mengenai bagaimana keluarga dan lingkungan seharusnya memandang penyandang disabilitas.
Film tersebut, menurutnya, mengajarkan pentingnya penerimaan dan kehangatan keluarga. Anak-anak penyandang disabilitas juga membutuhkan cinta, dukungan, rasa aman, serta kenyamanan yang sama seperti anak-anak lainnya.
Pesan lain yang tidak kalah penting adalah bagaimana menghapus stigma negatif terhadap penyandang disabilitas. Kehadiran anak dengan disabilitas bukan semata-mata persoalan keterbatasan, tetapi juga tentang bagaimana keluarga dan masyarakat memberikan ruang agar mereka dapat menjalani kehidupan secara bermakna.
Film tersebut juga menggambarkan bahwa anak-anak difabel memiliki bakat dan potensi yang dapat berkembang apabila mendapatkan kesempatan, dukungan, serta lingkungan yang setara.
Selain itu, kisah dalam film menjadi gambaran mengenai arti keberanian, persahabatan dan solidaritas dalam menghadapi berbagai keterbatasan.
Rafika berharap pesan tersebut tidak berhenti setelah lampu bioskop kembali menyala. Menurutnya, semangat untuk menerima, mendukung dan memberikan kesempatan kepada penyandang disabilitas perlu terus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
"Mari kita semua terus semangat berbuat kebaikan, karena segala kebaikan kita akan kembali kepada kita," pungkas Rafika.
Pesan tersebut pun mendapat respons positif dari anak-anak difabel dan para orang tua yang turut hadir dalam kegiatan nobar. Bagi mereka, kegiatan tersebut bukan hanya tentang menonton film, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan dan menumbuhkan semangat bahwa setiap anak memiliki hak yang sama untuk diterima, dihargai dan diberi kesempatan untuk berkarya.
(Rafika)





