• Jelajahi

    Copyright © Info Jalanan
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Halaman

    Pengakuan Kepala SPPG Sibolga Selatan Jadi Sorotan, Klaim Ada Tekanan Usai Bongkar Dugaan Pelanggaran Program MBG

    Minggu, 31 Mei 2026, Mei 31, 2026 WIB Last Updated 2026-05-31T01:53:23Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

     


    SUMATERA UTARA, Infojalanan info 

    – Nama Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Aek Parombunan 2, Sibolga Selatan, Abriadi Tri Putra Bungsu, mendadak menjadi sorotan publik setelah video klarifikasinya beredar luas di media sosial. Dalam video tersebut, Abri mengakui sejumlah kesalahan pribadi yang pernah dilakukannya saat menjalankan tugas sebagai kepala dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).


    Pengakuan itu disampaikan langsung melalui akun media sosial pribadinya pada Sabtu, 30 Mei 2026. Dengan nada emosional, Abri menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, pimpinan, serta pihak-pihak yang merasa dirugikan atas tindakannya di masa lalu.


    Selain mengakui pernah terlibat aktivitas judi online, Abri juga membenarkan adanya kejadian ketika dirinya membawa seorang wanita yang bukan pasangan sah ke lingkungan dapur MBG. Ia menyebut peristiwa tersebut terjadi beberapa bulan lalu dan telah diselesaikan secara internal melalui teguran serta permintaan maaf kepada warga sekitar.


    Namun di balik pengakuan tersebut, muncul fakta lain yang turut menyita perhatian publik. Abri mengaku persoalan pribadinya kembali diungkit setelah dirinya melaporkan sejumlah dugaan pelanggaran yang terjadi dalam pengelolaan dapur program MBG di wilayah kerjanya.


    Menurut Abri, terdapat beberapa persoalan yang ditemukan selama menjalankan tugas, mulai dari kualitas bahan makanan yang dinilai tidak sesuai standar, fasilitas dapur yang belum memenuhi ketentuan teknis, hingga dugaan ketidaksesuaian pengelolaan anggaran yang seharusnya digunakan untuk mendukung program pemerintah tersebut.


    Ia juga mengklaim menerima tekanan psikologis setelah menyampaikan laporan kepada pihak terkait. Dalam keterangannya, Abri menyebut adanya pihak tertentu yang berulang kali mengaitkan kesalahan pribadinya sebagai bentuk tekanan agar dirinya tidak melanjutkan laporan mengenai dugaan pelanggaran tersebut.


    Tidak hanya itu, Abri mengungkapkan bahwa laporan yang disampaikannya ke instansi terkait berujung pada keluarnya surat peringatan terhadap pengelola dapur hingga akhirnya diterbitkan keputusan penghentian operasional sementara pada pertengahan Mei 2026.


    Dalam penjelasannya, Abri juga menyinggung adanya insiden yang hampir memicu kebakaran di area dapur akibat fasilitas yang menurutnya belum memenuhi standar keselamatan operasional. Kondisi tersebut disebut menjadi salah satu alasan dirinya tetap melaporkan berbagai temuan yang ada meski menghadapi tekanan dari berbagai pihak.


    Kasus ini kini menjadi perhatian masyarakat karena tidak hanya menyangkut perilaku pribadi seorang pejabat pelaksana program, tetapi juga menyentuh dugaan persoalan tata kelola dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis. Hingga saat ini, pihak yayasan maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi mengenai berbagai tudingan yang disampaikan oleh Kepala SPPG Sibolga Selatan tersebut. 

    (Yan) 

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini