SUMENEP* , Infojalan.info – SPPG Arjasa Kalinganyar yang berada di bawah naungan Yayasan Nurul Islam, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Sumenep, dinilai layak menjadi percontohan bagi SPPG lainnya. Penilaian tersebut disampaikan oleh sejumlah pemerhati pendidikan yang menyoroti konsistensi dan profesionalitas dalam sistem pendistribusian menu kepada para siswa.
Salah satu poin utama yang diapresiasi adalah kebijakan pendistribusian menu yang dilakukan setiap hari tanpa sistem rapel. Skema ini dinilai lebih efektif dan tepat sasaran, karena siswa menerima haknya secara rutin dan terjadwal, tanpa penumpukan distribusi dalam satu waktu tertentu.
Menurut pemerhati pendidikan, sistem distribusi harian tidak hanya menjaga kualitas layanan, tetapi juga memastikan standar menu tetap terjaga. Dengan tidak dirapel, kualitas makanan tetap sesuai porsi dan ketentuan yang telah ditetapkan, sehingga nilai gizi dan kelayakan konsumsi tetap optimal bagi peserta didik.
Di sisi lain, kebijakan tersebut juga berdampak positif terhadap kesejahteraan karyawan. Dengan sistem kerja harian yang konsisten, para karyawan tetap mendapatkan pembayaran upah setiap hari sesuai dengan ritme kerja yang dijalankan. Hal ini dinilai sebagai bentuk tanggung jawab manajerial yang memperhatikan aspek kemanusiaan dan keberlanjutan tenaga kerja.
Sebaliknya, apabila pendistribusian dilakukan secara rapel, potensi berkurangnya hari kerja dapat berdampak pada tidak terbayarkannya upah karyawan di hari-hari tertentu. Kondisi ini tentu dapat memengaruhi stabilitas ekonomi para pekerja serta menurunkan motivasi kerja.
Pemerhati pendidikan menilai, keseimbangan antara kualitas layanan dan kesejahteraan tenaga kerja merupakan indikator penting dalam tata kelola SPPG yang profesional. Model yang diterapkan SPPG Arjasa Kalinganyar dinilai telah memenuhi dua aspek tersebut secara simultan.
Dengan sistem distribusi harian yang konsisten dan berpihak pada kualitas serta kesejahteraan karyawan, SPPG Arjasa Kalinganyar diharapkan dapat menjadi referensi dan contoh praktik baik (best practice) bagi SPPG lain di wilayah Kabupaten Sumenep maupun daerah lainnya.
Ke depan, pola pengelolaan seperti ini diharapkan mampu mendorong peningkatan standar pelayanan gizi dan pendidikan secara berkelanjutan, sekaligus memperkuat komitmen lembaga dalam memberikan pelayanan terbaik bagi generasi penerus bangsa.
Jurnalis : Yan
