Banjarmasin, Infojalanan.info —
Lapas Kelas II Teluk Dalam Banjarmasin terus berinovasi dalam membina warga binaan dengan mencetuskan program kerja berbasis pembentukan kepribadian dan pengembangan potensi diri melalui pelatihan kerja vokasi yang terstandar sertifikasi profesi.
Program ini digagas sebagai upaya mengubah paradigma masyarakat yang selama ini memandang lembaga pemasyarakatan hanya sebagai tempat penahanan bagi pelaku tindak pidana. Melalui pendekatan pembinaan yang lebih humanis dan produktif, Lapas Teluk Dalam berupaya menjadikan warga binaan sebagai individu yang siap kembali ke masyarakat dengan bekal keterampilan dan keahlian.
Staf Binadik Atau Disebut Pembina warga binaan Lapas Teluk Dalam, Salman, bersama Kader Pendidikan Panji, menegaskan bahwa program ini dirancang untuk memberikan nilai tambah bagi warga binaan. Mereka tidak hanya menjalani masa hukuman, tetapi juga dibekali kemampuan yang dapat menunjang kehidupan setelah bebas.
“Selama ini stigma masyarakat terhadap lapas perlu diluruskan. Di sini, warga binaan justru dibina agar memiliki keahlian dan mental yang lebih baik,” ujar Panji, yang diamini oleh Salman.
Dukungan terhadap program tersebut juga datang dari kalangan praktisi hukum. Advokat Asmuni, SH, MH, MM, M.Kom, mengungkapkan bahwa saat dirinya berkunjung ke lapas untuk keperluan hukum klien, ia turut diajak berdiskusi mengenai program pembinaan, termasuk kegiatan “Langit Belajar Asteda” sebagai wadah pembelajaran bagi warga binaan.
Menurut Asmuni, penting bagi warga binaan yang telah mengikuti pelatihan untuk mengikuti asesmen uji kompetensi agar mendapatkan pengakuan resmi melalui sertifikasi profesi. Hal ini dinilai sangat bermanfaat sebagai bekal saat mereka kembali ke tengah masyarakat.
“Saya menyarankan agar tutor dan warga binaan yang telah mengikuti pelatihan dapat mengikuti uji kompetensi, sehingga keahlian mereka diakui secara legal dan bisa menjadi modal kerja ke depan,” jelasnya.
Ia juga menilai program yang diinisiasi oleh pihak lapas merupakan langkah cerdas dan inovatif, terlebih dengan rencana melibatkan lembaga sertifikasi profesi seperti BAN-PNF dan lembaga di bawah Kementerian Ketenagakerjaan.
Adapun berbagai program yang telah berjalan di Lapas Teluk Dalam antara lain pendidikan Kejar Paket A, B, dan C, serta pelatihan keterampilan seperti kelistrikan, kerajinan sasirangan, kewirausahaan, dan berbagai bidang lainnya.
Dengan adanya program ini, diharapkan warga binaan tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga mampu bangkit dan mandiri setelah kembali ke masyarakat.
(asc)


