• Jelajahi

    Copyright © Info Jalanan
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Halaman

    Rumah Diger gaji Jadi Dua di Grobogan, Aksi Suami Viral Diduga Dipicu Konflik Rumah Tangga

    Senin, 16 Februari 2026, Februari 16, 2026 WIB Last Updated 2026-02-16T02:39:37Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini


     Infojalanan.info

    – Warga Desa Mlowokarangtalun, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, digegerkan oleh aksi seorang pria yang membongkar dan membelah sejumlah bagian rumahnya sendiri. Peristiwa tersebut viral di media sosial setelah videonya beredar luas pada Minggu (15/2/2026).


    Dalam rekaman yang diunggah akun Instagram @pembasmii.kehaluan, terlihat seorang pria memotong meja kayu menggunakan gergaji mesin hingga terbelah dua. Tak hanya itu, sebagian genteng atap rumah juga tampak dilepas, seolah membagi hunian tersebut menjadi dua bagian terpisah.


    Berdasarkan informasi yang beredar, tindakan tersebut diduga berkaitan dengan konflik rumah tangga yang melibatkan dugaan perselingkuhan. Meski demikian, hingga kini belum ada keterangan resmi dari aparat penegak hukum terkait detail persoalan tersebut.


    Penjabat Kepala Desa Mlowokarangtalun, Wahyu Hudiyono, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menyebut kejadian berlangsung pada Jumat pagi, 13 Februari 2026.


    Menurutnya, pemerintah desa telah berupaya melakukan mediasi antara kedua belah pihak. Namun, proses penyelesaian secara kekeluargaan itu dikabarkan belum menemukan titik temu.


    Informasi yang beredar menyebutkan bahwa sang suami sebenarnya bersedia mempertahankan rumah tangga dengan syarat permasalahan tidak terulang. Namun, pihak istri dilaporkan memilih untuk tidak lagi melanjutkan hubungan tersebut.


    Peristiwa ini memicu beragam reaksi warganet. Sebagian menyayangkan tindakan emosional tersebut, sementara lainnya menilai konflik rumah tangga seharusnya diselesaikan melalui jalur musyawarah tanpa merusak aset pribadi.


    Hingga berita ini diturunkan, situasi di lokasi dilaporkan telah kondusif. Pemerintah desa mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh narasi yang belum terverifikasi kebenarannya secara menyeluruh.

    (Yan) 

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini