• Jelajahi

    Copyright © Info Jalanan
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Halaman

    Pandji Pragiwaksono Jalani Prosesi Adat Toraja, Akhiri Polemik Materi Lama dengan Permintaan Maaf Terbuka

    Jumat, 13 Februari 2026, Februari 13, 2026 WIB Last Updated 2026-02-13T03:16:17Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini


     Infojalanan.info

    – Komika nasional Pandji Pragiwaksono menjalani prosesi adat di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, sebagai bentuk penyelesaian atas polemik materi komedinya pada 2013 yang kembali ramai diperbincangkan pada 2025.


    Prosesi adat tersebut berlangsung selama dua hari, 10–11 Februari 2026, dan dihadiri 32 perwakilan masyarakat adat. Sidang adat digelar di Tongkonan Layuk Kaero, salah satu tongkonan bersejarah yang menjadi simbol penting dalam struktur adat Toraja.


    Dalam keterangannya melalui media sosial, Pandji mengaku sempat merasakan ketegangan saat memasuki tongkonan. Namun, suasana disebut mencair ketika ia menyampaikan itikad baik untuk hadir langsung dan bertanggung jawab atas ucapannya di masa lalu. Ia menilai kehadirannya menjadi bagian dari proses dialog dan pemulihan hubungan.


    Prosesi yang dijalani merupakan ritual Ma’Buak Burun Mangkali Oto’, yakni mekanisme adat yang memberi ruang klarifikasi dan pemulihan atas tindakan yang dianggap menyinggung nilai budaya. Dalam putusan adat, Pandji dikenai sanksi berupa denda satu ekor babi dan lima ekor ayam sebagai simbol tanggung jawab dan penghormatan terhadap adat setempat.


    Pandji juga mengungkapkan makna nama belakangnya, “Wongsoyudo”, yang ia artikan sebagai ksatria atau pejuang. Ia menyebut proses ini sebagai bagian dari perjalanan hidup untuk belajar memahami sensitivitas budaya serta pentingnya menghormati tradisi lokal.


    Melalui penyelesaian adat tersebut, polemik yang sempat berkembang di ruang publik diharapkan dapat berakhir secara baik. Momen ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kebebasan berekspresi tetap perlu berjalan beriringan dengan penghormatan terhadap nilai-nilai budaya dan kearifan lokal.

    (Yan) 

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini