• Jelajahi

    Copyright © Info Jalanan
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Halaman

    Setiap Rabu Malam, Abiyasa Nusantara Majapahit Gelar Semedi Bersama di Persarean Eyang Kudo Kardono

    Redaksi
    Kamis, 13 Agustus 2026, Agustus 13, 2026 WIB Last Updated 2026-08-13T11:21:39Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

     


    SURABAYA, INFOJALANAN.INFO - Perkumpulan Spiritual Abiyasa Nusantara Majapahit secara rutin menggelar kegiatan semedi bersama setiap Rabu malam pukul 21.00 WIB di Persarean Kudo Kardono. Kegiatan tersebut terbuka bagi masyarakat lintas agama maupun penghayat kepercayaan yang ingin mengikuti olah spiritual dalam suasana hening, guyub, dan penuh kebersamaan.


    Kegiatan semedi diawali dengan berkumpulnya para peserta sekitar pukul 20.00 WIB. Peserta yang hadir berasal dari berbagai usia, baik laki-laki maupun perempuan. Tidak ada batasan usia maupun latar belakang keyakinan bagi mereka yang ingin bergabung dalam kegiatan tersebut.


    Memasuki pukul 21.00 WIB, peserta mulai menjalani inti semedi. Selama kurang lebih 30 menit, peserta melakukan olah batin melalui keheningan hingga mencapai kondisi yang dalam tradisi spiritual Jawa disebut suwung.


    Bagi Abiyasa Nusantara Majapahit, semedi bukan sekadar kegiatan untuk menenangkan pikiran, tetapi merupakan upaya merawat hubungan manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa melalui proses hening dan pengendapan batin.


    Dalam pelaksanaannya, mantra pembuka dan penutup dilantunkan menggunakan kosa kata yang bersumber dari bahasa Jawa hingga bahasa Jawa Kuna. Mantra tersebut mengandung ungkapan rasa syukur dan terima kasih manusia atas anugerah Tuhan Yang Maha Esa, yang dalam konsep spiritual mereka disebut Sang Hyang Agung Jagat Pramudita.


    Selain ungkapan syukur kepada Tuhan, mantra juga mengandung penghormatan dan pemuliaan terhadap para leluhur sebagai bagian dari nilai spiritual dan budaya Jawa yang mereka lestarikan.


    Setelah sesi semedi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan dialog dan berbagi pengalaman antar peserta. Suasana tersebut menjadi ruang untuk mempererat persaudaraan sekaligus saling berbagi cerita mengenai pengalaman spiritual maupun kehidupan sehari-hari.


    Dalam sesi dialog itu juga terdapat wedharan spiritual Jawa yang disampaikan pimpinan semedi. Berbagai pertanyaan peserta mengenai spiritualitas, kehidupan batin, hingga metafisika menjadi bahan pembahasan bersama.


    Tujuan utama semedi Abiyasa Nusantara Majapahit adalah mencapai konsep manunggaling kawula Gusti, yakni upaya mendekatkan diri kepada Tuhan melalui olah spiritual dan keheningan batin.


    Menurut konsep yang diyakini dalam kegiatan tersebut, peserta melakukan semedi dengan niat memperoleh dawuh dan sasmita dari Tuhan Yang Maha Esa. Keheningan dan kondisi suwung dipandang sebagai bagian dari proses penghayatan spiritual untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.


    Para peserta juga meyakini bahwa olah spiritual yang dilakukan secara tekun dapat menjadi ikhtiar batin dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan. Harapannya, mereka yang sedang menghadapi persoalan kesehatan dapat memperoleh keteguhan dan proses pemulihan, mereka yang menghadapi persoalan ekonomi memperoleh jalan menuju kesejahteraan, sementara mereka yang mengalami kegelisahan batin dapat menemukan ketenangan dan kebahagiaan.


    Selain itu, semedi juga diharapkan dapat menjadi sarana membangun keharmonisan rumah tangga, memperbaiki hubungan antarsesama, serta membuka jalan bagi mereka yang sedang mengupayakan pasangan hidup.


    Namun, keseluruhan proses tersebut diletakkan sebagai bagian dari ikhtiar spiritual, bukan semata-mata tujuan material. Nilai utama yang ditekankan adalah bagaimana setiap peserta dapat memperbaiki diri, menjaga hubungan dengan Tuhan, serta mengembangkan budi pekerti luhur.


    Semedi bersama yang digelar setiap Rabu malam itu pun menjadi ruang perjumpaan lintas latar belakang. Guyub rukun, saling menghormati, berbagi pengalaman, dan bersama-sama melakukan olah batin menjadi bagian penting dari kegiatan Abiyasa Nusantara Majapahit.


    Melalui kegiatan rutin tersebut, perkumpulan ini berupaya menjadikan spiritualitas tidak hanya sebagai pengalaman pribadi, tetapi juga sebagai sarana membangun persaudaraan, melestarikan nilai-nilai spiritual Jawa, serta menumbuhkan kehidupan yang lebih harmonis di tengah masyarakat.


    (Teguh)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini