SURABAYA, INFOJALANAN.INFO – Semangat pengabdian tidak berhenti setelah masa tugas berakhir. Persatuan Purnawirawan Kepolisian Republik Indonesia (PP Polri) Daerah Jawa Timur terus mengambil peran dalam kehidupan masyarakat dengan mendorong upaya pencegahan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan perundungan (bullying), khususnya di era digital.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi Cegah KDRT dan Perundungan dengan tema “Purna Bhakti, Tetap Mengabdi, PP Polri Daerah Jawa Timur Terdepan Cegah KDRT dan Perundungan” yang digelar pada Selasa, 11 Agustus 2026, mulai pukul 08.30 hingga 12.00 WIB.
Kegiatan berlangsung di The Hotel Shorthern, Jalan Raya Jemursari No. 110-112, Surabaya, dan diikuti sekitar 110 pengurus serta anggota PP Polri dari sejumlah cabang, antara lain Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Tanjung Perak, Mojokerto, Bangkalan, Lamongan dan Jombang. Hadir pula para guru Kemala Bhayangkari.
Sejumlah tokoh turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Dr. Fredy Poernomo, S.H., M.H., anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Ketua PP Polri Daerah Jawa Timur Irjen Pol (Purn.) Drs. Ahmad Lumumba, S.H., M.H., Kepala Kantor ASABRI Cabang Surabaya Kartono, S.Sos., serta dua narasumber, yakni KBP Dr. Ganis yang membahas persoalan KDRT dan Soefi Puspitasari, S.T., M.M., yang menyampaikan materi mengenai bullying atau perundungan.
Dalam sambutannya, Ketua PP Polri Daerah Jawa Timur Irjen Pol (Purn.) Drs. Ahmad Lumumba menegaskan bahwa purnawirawan harus tetap mengikuti perkembangan kehidupan masyarakat, baik dalam lingkup global, nasional maupun regional.
“Saya sangat bersyukur kegiatan sosialisasi hari ini dapat dilaksanakan atas dukungan Dr. Fredy Poernomo, S.H., M.H., anggota DPRD Provinsi Jawa Timur,” ujarnya.
Menurut Lumumba, persoalan KDRT serta perundungan, khususnya yang terjadi melalui media sosial dan menyasar anak-anak, semakin membutuhkan perhatian bersama.
“Sebagai purnawirawan harus mengikuti perkembangan kehidupan di masyarakat sehingga tidak ketinggalan informasi. Kasus kekerasan dalam rumah tangga dan perundungan di media sosial terhadap anak-anak semakin mengkhawatirkan. Karena itu perlu dilakukan upaya pencegahan melalui sosialisasi seperti saat ini,” jelasnya.
Ia menambahkan, purnawirawan Polri dapat menjadi corong informasi di tengah masyarakat untuk menyampaikan edukasi mengenai pencegahan KDRT maupun bullying yang dapat berujung pada persoalan hukum.
Sementara itu, Dr. Fredy Poernomo, S.H., M.H., anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Komisi A, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kolaborasi antara PP Polri Jawa Timur, DPRD Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam mendukung upaya perlindungan perempuan dan anak.
Menurut Fredy, pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, PP Polri dan Dian Kemala Bhayangkari dinilai memiliki peran strategis untuk ikut menyosialisasikan berbagai regulasi serta memberikan pemahaman kepada masyarakat.
Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan para purnawirawan dalam mendukung program pemerintah, khususnya dalam pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak.
“Pencegahan lebih penting. Kecuali kalau pencegahan sudah tidak bisa ditoleransi, penindakan hukum merupakan upaya terakhir yang akan dilakukan Polri,” kata Fredy.
Ia berharap semangat pengabdian para purnawirawan tidak pernah berhenti meskipun telah memasuki masa pensiun.
“Semangat purnawirawan jangan pernah berhenti karena usia pensiun. Semangat pengabdian kepada bangsa, negara dan masyarakat tidak ada kata akhir,” tegasnya.
Purnawirawan Jadi Teladan dan Corong Informasi
Dalam kegiatan tersebut, PP Polri Daerah Jawa Timur juga menegaskan pentingnya peran purnawirawan sebagai teladan di lingkungan keluarga dan masyarakat.
Irjen Pol (Purn.) Drs. Ahmad Lumumba menyampaikan bahwa dalam konteks pencegahan KDRT dan perundungan di era digital, purnawirawan memiliki potensi besar untuk mengambil peran nyata.
Peran tersebut antara lain menjadi teladan utama dalam keluarga, menjadi penyejuk sekaligus mediator di lingkungan masyarakat, menjadi corong informasi mengenai pencegahan kekerasan, serta membantu mendampingi korban agar dapat memperoleh penanganan dari pihak yang berwenang.
Kegiatan sosialisasi ini sekaligus menjadi wujud komitmen PP Polri Daerah Jawa Timur untuk terus mendukung tugas Polri dalam menciptakan situasi masyarakat yang aman dan kondusif.
Semangat tersebut sejalan dengan motto PP Polri: “Tetap Setia, Semangat Juang, Sekali Bhayangkara Tetap Bhayangkara, Sekali Pejuang Terus Berjuang.”
Secara historis, PP Polri berdiri pada 30 Juni 1999 dan dideklarasikan oleh 48 perwira tinggi Polri di Jakarta dengan berasaskan Pancasila. Organisasi ini memiliki visi memperkokoh persatuan dan kesatuan keluarga besar PP Polri sekaligus meningkatkan kesejahteraan anggotanya.
Selain itu, PP Polri turut mendukung tugas, fungsi dan peranan Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, memberikan perlindungan, pengayoman serta pelayanan kepada masyarakat, serta ikut menyukseskan program pemerintah berdasarkan Pancasila, UUD 1945, NKRI dan semangat kebhinekaan.
Melalui kegiatan tersebut, PP Polri Daerah Jawa Timur kembali menunjukkan bahwa purna bhakti bukan berarti berhenti mengabdi. Justru pengalaman dan nilai-nilai pengabdian yang dimiliki para purnawirawan dapat terus dimanfaatkan untuk memberikan edukasi, perlindungan dan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak.
(Red)




