Info jalanan.info – PT Terminal Teluk Lamong (TTL) kembali menorehkan prestasi melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Program Pengembangan Kelompok Budidaya Kepiting Soka mengantarkan perusahaan meraih penghargaan kategori Gold dalam TJSL & CSR Award 2026.
Penghargaan tersebut menjadi apresiasi atas komitmen Terminal Teluk Lamong dalam menjalankan program pemberdayaan masyarakat yang memberikan dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat pesisir di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Terminal Teluk Lamong mengembangkan budidaya kepiting soka sebagai alternatif mata pencaharian bagi kelompok nelayan. Program ini mendorong masyarakat meningkatkan produktivitas sekaligus membuka peluang untuk memperkuat pendapatan keluarga.
Berangkat dari Kebutuhan Masyarakat
Terminal Teluk Lamong merancang program budidaya kepiting soka berdasarkan hasil social mapping yang perusahaan lakukan terhadap masyarakat di tujuh kelurahan dalam radius sekitar satu kilometer dari wilayah operasional.
Melalui pemetaan tersebut, perusahaan menemukan sejumlah persoalan yang masyarakat pesisir hadapi. Salah satunya berkaitan dengan berkurangnya area tangkap nelayan akibat perkembangan aktivitas kepelabuhanan.
Kondisi tersebut mendorong Terminal Teluk Lamong mencari alternatif mata pencaharian yang dapat membantu masyarakat mengembangkan sumber pendapatan baru.
Perusahaan kemudian memilih pengembangan budidaya kepiting soka sebagai salah satu program pemberdayaan.
Corporate Communication PT Terminal Teluk Lamong, Dahlia Permata Sari, mengatakan perusahaan menyusun program TJSL berdasarkan kebutuhan nyata masyarakat.
“Melalui social mapping tersebut, kami berupaya memastikan bahwa setiap program TJSL disusun berdasarkan kebutuhan riil masyarakat.
Pengembangan budidaya kepiting soka menjadi salah satu solusi alternatif mata pencaharian yang lebih produktif, adaptif, dan berkelanjutan,” ujar Dahlia.
Tingkatkan Kapasitas Kelompok Nelayan
Terminal Teluk Lamong tidak hanya memberikan bantuan awal kepada kelompok nelayan. Perusahaan juga mendorong peningkatan kapasitas masyarakat melalui pendampingan dan pengembangan keterampilan budidaya.
Pendekatan tersebut membantu kelompok nelayan mengelola kegiatan budidaya secara lebih produktif. Perusahaan juga mendorong kelompok untuk memperkuat kelembagaan dan mengembangkan nilai tambah dari komoditas hasil perikanan.
Dengan langkah tersebut, Terminal Teluk Lamong berupaya menciptakan manfaat ekonomi yang dapat masyarakat rasakan dalam jangka panjang.
Program ini sekaligus mendorong masyarakat mengoptimalkan potensi sumber daya pesisir secara lebih berkelanjutan.
Dahlia menegaskan bahwa penghargaan yang diterima perusahaan menjadi bentuk apresiasi terhadap kolaborasi antara Terminal Teluk Lamong dan para pemangku kepentingan dalam menjalankan program pemberdayaan.
“Penghargaan ini merupakan apresiasi atas upaya PT Terminal Teluk Lamong bersama para pemangku kepentingan dalam menghadirkan program TJSL yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.
Selaras dengan Prinsip ESG
TJSL & CSR Award 2026 mengusung tema “Transisi TJSL Menuju ESG Rating and Creating Shared Value”.
Tema tersebut mendorong perusahaan untuk mengembangkan program tanggung jawab sosial yang mampu menciptakan nilai bersama serta mendukung penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).
Terminal Teluk Lamong terus mengintegrasikan pemberdayaan masyarakat ke dalam pelaksanaan program TJSL. Perusahaan tidak hanya mengejar pencapaian penghargaan, tetapi juga berupaya memastikan program memberikan perubahan positif bagi masyarakat dan lingkungan.
CEO BUMN Track, SH Sutarto, mengatakan pelaksanaan TJSL kini menuntut perusahaan menghasilkan dampak yang terukur dan memberikan perubahan nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, keberhasilan program TJSL tidak semata-mata bergantung pada besarnya anggaran yang perusahaan keluarkan. Perusahaan perlu menunjukkan perubahan yang program tersebut hasilkan bagi kehidupan masyarakat.
“Keberhasilan TJSL saat ini tidak lagi diukur dari besarnya anggaran yang dikeluarkan, melainkan dari besarnya perubahan yang dihasilkan dalam membangun kehidupan masyarakat,” kata SH Sutarto.
Penghargaan Gold yang Terminal Teluk Lamong raih memperkuat komitmen perusahaan dalam menjalankan program TJSL berbasis pemberdayaan.
Melalui budidaya kepiting soka, perusahaan terus mendorong kelompok nelayan membangun kemandirian ekonomi sekaligus menjaga keberlanjutan potensi pesisir.
Program tersebut menjadi salah satu langkah Terminal Teluk Lamong dalam menciptakan hubungan yang lebih kuat dengan masyarakat sekitar sekaligus menghadirkan nilai bersama melalui kegiatan pemberdayaan yang berkelanjutan. (Red)
