SURABAYA, INFOJALANAN. – Menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Semangat tersebut menjadi pesan utama dalam Apel Sabuk Kamtibmas yang digelar Polres Pelabuhan Tanjung Perak dalam rangka dialog kebangsaan, Rabu (12/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung di halaman Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Jalan Kalianget Nomor 1, Kelurahan Tanjung Perak, Kecamatan Pabean Cantian, Surabaya, tersebut digelar mulai pukul 15.40 WIB hingga 16.05 WIB.
Apel dipimpin langsung Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Irwan Kurniawan AZ., S.H., S.I.K., M.Si. dan diikuti sekitar 50 peserta dari sejumlah kelompok masyarakat di wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Perak.
Kegiatan mengangkat tema “Merawat Bhinneka Tunggal Ika, Memperkuat Persatuan Bangsa di Tengah Polarisasi dan Ruang Digital.”
Apel Sabuk Kamtibmas tersebut turut dihadiri Wakapolres Pelabuhan Tanjung Perak Kompol Anindita Harcahyaningdiyah, S.I.K., jajaran pejabat utama Polres Pelabuhan Tanjung Perak, para kapolsek jajaran, serta perwakilan kelompok masyarakat.
Peserta berasal dari berbagai unsur masyarakat, di antaranya PSHT Blok Utara, IKSPI Kera Sakti Cabang Surabaya, Madas Sedarah DPC Kota Surabaya, Sakera, Aliansi Madura Perantau (AMP), Ansor Surabaya Utara, Pemuda Indonesia, serta komunitas ojek online (ojol) Surabaya Utara.
Kehadiran berbagai kelompok tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat komunikasi dan membangun kesamaan komitmen dalam menjaga situasi keamanan di wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Perak.
Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Irwan Kurniawan menyampaikan bahwa wilayah hukumnya memiliki posisi strategis sebagai salah satu pintu masuk menuju Jawa Timur. Kondisi tersebut membuat upaya pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat perlu dilakukan secara berkelanjutan.
Kapolres juga mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam menyikapi informasi yang beredar, terutama di tengah pesatnya perkembangan ruang digital. Informasi provokatif yang tidak disaring dengan baik berpotensi menimbulkan kesalahpahaman dan mengganggu kerukunan masyarakat.
“Wilayah Polres Pelabuhan Tanjung Perak merupakan wilayah strategis dan menjadi salah satu pintu gerbang Jawa Timur. Dengan dinamika yang ada saat ini, kita membutuhkan upaya pemeliharaan kamtibmas yang kuat. Karena itu, setiap informasi yang berpotensi menimbulkan provokasi harus kita sikapi dengan bijak dan disaring terlebih dahulu,” ujar AKBP Irwan.
Menurutnya, menjaga situasi yang aman dan kondusif bukan hanya menjadi tugas Polri maupun instansi tertentu. Peran masyarakat menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang tenteram dan harmonis.
“Kamtibmas merupakan tanggung jawab kita bersama. Bukan hanya Polri atau instansi tertentu, tetapi membutuhkan peran seluruh elemen masyarakat. Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran dan dukungan seluruh peserta. Mari bersama-sama menjaga rumah dan wilayah kita agar kehidupan generasi mendatang dapat berjalan lebih baik,” lanjutnya.
Kapolres menegaskan, sinergi dengan kelompok masyarakat yang tergabung dalam Sabuk Kamtibmas merupakan kekuatan penting dalam menjaga keamanan di wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Perak.
Semangat tersebut kemudian diwujudkan melalui semboyan “Jogo Perak”, sebagai ajakan kepada seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga wilayah Tanjung Perak dan sekitarnya.
“Upaya menjaga keamanan tidak dapat kami wujudkan tanpa sinergi dengan seluruh rekan-rekan yang tergabung dalam Sabuk Kamtibmas. Melalui semangat Jogo Perak, mari kita bersama-sama menjaga wilayah ini. Semoga apa yang kita lakukan menjadi bagian dari pengabdian dan membawa manfaat bagi masyarakat,” tutur Kapolres.
Apel Sabuk Kamtibmas tersebut tidak hanya menjadi kegiatan penguatan keamanan, tetapi juga menjadi ruang untuk meneguhkan kembali semangat kebangsaan.
Di tengah meningkatnya penggunaan media sosial dan cepatnya arus informasi, masyarakat dituntut memiliki kemampuan untuk memilah informasi serta tidak mudah terprovokasi oleh konten yang belum terverifikasi.
Nilai Bhinneka Tunggal Ika juga dinilai penting untuk terus dirawat. Perbedaan latar belakang, kelompok, maupun pandangan tidak semestinya menjadi sumber perpecahan, melainkan menjadi kekuatan dalam membangun kehidupan masyarakat yang rukun.(Ach.iksan )




