Surabaya, infojalanan.info – Proyek pembangunan saluran drainase beton precast U-Gutter ukuran 200/200 dengan cover gandar 20 ton di Jalan Kedung Mangu, Surabaya, mendapat sorotan dari masyarakat.
Proyek yang dikelola Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya tersebut memiliki nilai kontrak sebesar Rp9.947.413.687 dari pagu anggaran Rp16.900.094.475.
Proyek dengan kode RUP 62369139 itu dikerjakan oleh PT Berlian Karya Teknik Konstruksi Persada dan mulai berjalan pada Juni 2026. Pemerintah menargetkan pekerjaan tersebut selesai pada Desember 2026.
Namun, hasil pemantauan di lapangan menemukan sejumlah dugaan ketidaksesuaian antara pelaksanaan pekerjaan dengan dokumen kontrak, gambar bestek, Bill of Quantity (BoQ), Rencana Anggaran Biaya (RAB), serta spesifikasi teknis yang telah ditentukan.
Tim media menemukan papan informasi proyek hanya mencantumkan nomor kontraktor pelaksana dan nomor konsultan pengawas.
Papan tersebut tidak mencantumkan nilai anggaran pekerjaan, sehingga dinilai belum maksimal dalam memberikan keterbukaan informasi publik terkait penggunaan anggaran pemerintah.
Di lokasi proyek, pekerja memasang box beton sepanjang kurang lebih 720 meter di wilayah Jalan Wonokusumo.
Sebanyak delapan pekerja asal Jombang mengerjakan pemasangan bersama pelaksana lapangan asal Lumajang.
Pekerjaan pemasangan tahap awal dilakukan mulai pukul 21.00 WIB hingga pukul 04.00 WIB.
Dalam proses penggalian, alat berat diduga mengenai pipa milik PDAM hingga menyebabkan kebocoran.
Akibatnya, area kerja mengalami genangan air yang membuat proses pemasangan box beton diduga berjalan kurang maksimal.
Genangan air tersebut juga menyulitkan pekerja melihat posisi pemasangan, sehingga pemasangan box beton diduga berpotensi tidak presisi.
Selain itu, tim media menyoroti metode pelaksanaan pekerjaan Berdasarkan hasil pengamatan, pekerja diduga melakukan pemasangan saluran ketika kondisi galian masih tergenang air tanpa terlihat proses pengeringan atau pemompaan yang memadai.
Tim media juga belum menemukan adanya pekerjaan rabat beton bertulang atau lantai kerja yang biasanya digunakan sebagai dasar pemasangan U-Gutter.
Lantai kerja memiliki fungsi penting untuk menjaga kestabilan konstruksi, mengatur elevasi dasar saluran, serta memastikan kemiringan aliran air sesuai perencanaan.
Apabila pekerjaan lantai kerja tidak dilaksanakan sesuai spesifikasi, kondisi tersebut dapat memengaruhi kekuatan struktur, ketepatan elevasi, serta fungsi saluran dalam mengalirkan debit air.
Pada pekerjaan urugan kembali, tim media juga menemukan dugaan penggunaan material yang tidak sesuai standar.
Material urugan di sisi saluran diduga menggunakan tanah berlumpur bercampur sisa galian dan sampah, tanpa terlihat penggunaan material pilihan seperti sirtu yang umum digunakan dalam pekerjaan pemadatan.
Penggunaan material yang tidak memenuhi standar berpotensi menyebabkan penurunan tanah atau amblesan setelah proyek selesai.
Hal tersebut dapat berdampak pada konstruksi saluran dan mengurangi kemampuan drainase dalam mengalirkan air.
Selain dugaan persoalan teknis tersebut, masyarakat sekitar juga mengeluhkan kondisi sejumlah tiang WiFi di area proyek yang diduga terdampak bekas galian.
Beberapa tiang terlihat dalam kondisi tidak stabil dan dikhawatirkan roboh hingga mengenai rumah warga apabila tidak segera diperbaiki.
Warga juga menyoroti pengamanan area galian pada siang hari yang dinilai belum maksimal.
Minimnya pengamanan di sekitar lubang pekerjaan dikhawatirkan dapat menimbulkan risiko kecelakaan bagi pengguna jalan maupun masyarakat sekitar.
Padahal, proyek drainase tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas saluran eksisting di Surabaya yang selama ini menghadapi persoalan genangan saat curah hujan tinggi.
Dengan nilai proyek hampir Rp 9 miliar, masyarakat berharap DSDABM Kota Surabaya bersama pihak terkait segera melakukan pemeriksaan teknis, pengawasan lapangan, serta evaluasi terhadap kualitas material dan metode pelaksanaan.
Langkah tersebut diperlukan agar pekerjaan berjalan sesuai kontrak, memenuhi standar mutu, serta memastikan penggunaan anggaran pemerintah berjalan tepat sasaran.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak kontraktor pelaksana dan DSDABM Kota Surabaya masih dimintai keterangan terkait dugaan temuan di lapangan.
(hafid)



