• Jelajahi

    Copyright © Info Jalanan
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Halaman

    Proyek Drainase U-Gutter Rp9,9 Miliar di Jalan Kedung Mangu Surabaya Disorot, Diduga Ada Ketidaksesuaian Pekerjaan

    Jumat, 12 Juni 2026, Juni 12, 2026 WIB Last Updated 2026-06-12T08:58:27Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini


    SURABAYA, INFOJALANAN.INFO – Proyek pembangunan saluran drainase beton precast U-Gutter ukuran 200/200 dengan cover gandar 20 ton di Jalan Kedung Mangu, Surabaya, mendapat sorotan dari masyarakat. Proyek yang dikelola Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya tersebut memiliki nilai kontrak sebesar Rp9.947.413.687 dari pagu anggaran Rp16.900.094.475.


    Proyek dengan kode RUP 62369139 itu dikerjakan oleh PT Berlian Karya Teknik Konstruksi Persada dan mulai berjalan pada Juni 2026. Pemerintah menargetkan pekerjaan selesai pada Desember 2026.


    Namun, hasil pemantauan di lapangan menemukan sejumlah dugaan ketidaksesuaian pelaksanaan pekerjaan dengan dokumen kontrak, gambar bestek, Bill of Quantity (BoQ), Rencana Anggaran Biaya (RAB), serta spesifikasi teknis yang telah ditentukan.

    Awak media menemukan papan informasi proyek hanya mencantumkan nomor kontraktor pelaksana dan nomor konsultan pengawas. Papan proyek tersebut tidak mencantumkan nilai anggaran pekerjaan, sehingga kondisi itu dinilai mengurangi keterbukaan informasi publik terhadap penggunaan anggaran pemerintah.


    Di lokasi proyek, pekerja memasang box beton sepanjang kurang lebih 720 meter di wilayah Jalan Wonokusumo. Sebanyak delapan pekerja asal Jombang mengerjakan pemasangan bersama pelaksana lapangan yang berasal dari Lumajang. Mereka melakukan pekerjaan pemasangan tahap awal mulai pukul 21.00 hingga 04.00 WIB.

    Dalam proses penggalian, alat berat diduga mengenai pipa milik PDAM hingga menyebabkan kebocoran. Kondisi tersebut membuat area kerja tergenang air sehingga proses pemasangan box beton diduga berjalan kurang maksimal.


    Genangan air yang tinggi juga membuat pekerja kesulitan melihat posisi pemasangan, sehingga pemasangan box beton diduga tidak presisi.

    Selain persoalan tersebut, tim media juga menyoroti metode pelaksanaan pekerjaan. Berdasarkan hasil pengamatan, pekerja diduga melakukan pemasangan saluran dalam kondisi galian yang masih tergenang air tanpa proses pengeringan atau pemompaan yang memadai.


    Tim media juga belum menemukan adanya pekerjaan rabat beton dengan tulangan atau lantai kerja yang biasanya digunakan sebagai dasar pemasangan U-Gutter. Lantai kerja memiliki fungsi penting untuk menjaga kestabilan konstruksi, mengatur elevasi dasar saluran, serta memastikan kemiringan aliran air sesuai perencanaan.


    Jika lantai kerja tidak dilaksanakan sesuai spesifikasi, kondisi tersebut dapat memengaruhi kekuatan struktur saluran, ketepatan elevasi, serta fungsi drainase dalam mengalirkan debit air.


    Pada pekerjaan urugan kembali, tim media juga menemukan dugaan penggunaan material yang tidak sesuai standar. Material urugan di sisi saluran diduga menggunakan tanah berlumpur bercampur sisa galian dan sampah, tanpa terlihat penggunaan material pilihan seperti sirtu yang umum digunakan dalam pekerjaan pemadatan.


    Penggunaan material yang tidak memenuhi standar berpotensi menyebabkan penurunan tanah atau amblesan setelah proyek selesai. Kondisi tersebut dapat berdampak pada konstruksi saluran, menyebabkan perubahan bentuk dinding saluran, hingga mengurangi kemampuan drainase dalam mengalirkan air.


    Padahal proyek tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas saluran eksisting di Surabaya yang selama ini menghadapi persoalan genangan saat curah hujan tinggi. Sejumlah pihak menilai pemerintah perlu melakukan pemeriksaan teknis apabila ditemukan perbedaan antara pekerjaan yang terpasang dengan spesifikasi kontrak.


    Dengan nilai proyek hampir Rp 9.947.413.687 miliar, evaluasi diperlukan untuk memastikan pekerjaan sesuai volume, mutu material, dan metode pelaksanaan yang telah direncanakan.


    Masyarakat berharap DSDABM Kota Surabaya bersama pihak terkait segera melakukan pengawasan, pengujian kualitas material, serta audit teknis terhadap proyek tersebut agar pembangunan berjalan sesuai ketentuan dan anggaran yang telah ditetapkan.


    (Farid)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini