masukkan script iklan disini
(ibu-ibu PKL Cicadas saat berada dilokasi lapak yang sudah digusur, Kamis, 18/6/2026)
INFOJALANAN.INFO - Sebulan pasca pembongkaran lapak, para pedagang kaki lima (PKL) Cicadas, Kota Bandung, kini berada di ambang keputusasaan. Uang kerohiman yang dijanjikan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) hingga kini belum juga cair.
Kondisi ini memicu keresahan mendalam bagi para pedagang yang kini kehilangan mata pencaharian utama mereka. Jika dalam waktu dekat tetap tidak ada kepastian, massa pedagang—didominasi oleh kalangan ibu-ibu mengancam akan menggelar aksi unjuk rasa kekantor kecamatan Cibeunying Kidul dan juga Gedung Sate.
Janji Manis Satpol PP Berujung PHP
Kekecewaan pedagang makin memuncak karena sebelumnya aparat penegak perda sempat menjanjikan proses pencairan yang cepat. Petugas Satpol PP Kota Bandung dan Provinsi Jabar kala itu meminta para pedagang mempercepat pengumpulan data agar dana kompensasi bisa segera turun.
" Waktu dikantor satpol PP Provinsi Jabar kita diminta mempercepat setor data PKL agar dananya bisa segera dicairkan, tapi setelah selesai dua minggu yang lalu, uang yang dinanti tidak kunjung masuk ke rekening kita," ujar M salah satu PKL, Kamis (18/6/2026).
Dampak penertiban ini langsung memukul dapur para pedagang. Salah satu PKL Cicadas mengungkapkan bahwa kondisi ekonomi rekan-rekannya saat ini sudah dalam tahap kritis atau "sekarat".
"Sejak lapak dibongkar sebulan lalu, kami sama sekali tidak punya penghasilan. Sementara perut harus tetap diisi, anak-anak harus sekolah, dan utang harian terus menumpuk. Tapi modal kerja sudah hilang," tambah salah satu pedagang dengan nada frustrasi.
Ibu-Ibu PKL Cicadas Siap Turun ke Jalan
Kesabaran pedagang kini sudah habis. Kluster ibu-ibu pedagang menjadi pihak yang paling lantang menyuarakan rencana aksi unjuk rasa. Bagi mereka, tidak ada pilihan lain untuk menyambung hidup selain menagih janji secara langsung di muka publik.
"Kami sudah kooperatif saat pembongkaran. Data PKL juga sudah kami setorkan semua, tidak ada masalah. Lalu apa lagi yang ditunggu? Kalau minggu ini tetap tidak ada kejelasan kapan uang kerohiman cair, kami ibu-ibu yang akan memimpin demo ke kekecamatan dan kantor gubernuran," tegas perwakilan ibu-ibu PKL Cicadas.
Hingga berita ini diturunkan, redaksi masih berupaya meminta konfirmasi dan kejelasan dari pihak Pemkot Bandung, Pemprov Jabar, maupun Satpol PP terkait hambatan birokrasi yang menyebabkan tertundanya pencairan uang kerohiman bagi warga Cicadas tersebut
