SURABAYA, INFOJALANAN.INFO – Dua pengendara sepeda motor yang diketahui merupakan pasangan suami istri tercebur ke dalam galian proyek saluran air di Jalan Margorejo Indah, tepatnya di depan Plasa Marina, Surabaya, Jumat (12/6/2026) malam. Peristiwa tersebut. mengakibatkan satu korban meninggal dunia, sedangkan satu korban lainnya ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri.
Kecelakaan tersebut terjadi saat kedua korban melintas di Jalan Margorejo Indah. Berdasarkan keterangan saksi, di depan korban terdapat dua mobil yang melaju searah. Salah satu mobil hendak berbelok ke arah Plasa Marina, sementara mobil lainnya berjalan lurus.
Saat itu, sepeda motor yang dikendarai korban berusaha mendahului kendaraan di depannya. Namun, pengendara mengambil jalur sebelah kiri dan tidak menyadari adanya galian proyek gorong-gorong di sisi jalan.
“Motor tersebut mencoba menyalip mobil dari sebelah kiri. Namun, karena kondisi galian proyek tidak terlihat jelas akibat minimnya rambu, road barrier, dan penerangan, akhirnya motor masuk ke dalam galian,” ujar Pak Tono, petugas Lantas Polsek Wonocolo.
Akibat kejadian tersebut, kedua pengendara yang merupakan suami istri tercebur bersama sepeda motor jenis Honda Supra X 125 bernomor polisi L 5478 AAE. Sang suami mengalami luka serius dan ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri, sementara sang istri meninggal dunia di lokasi kejadian.
Kepala Bidang Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya menerima laporan dari warga bernama Tika sekitar pukul 19.55 WIB terkait adanya pengendara yang tercebur ke dalam galian proyek saluran air.
Petugas DPKP Surabaya bersama sejumlah unsur terkait langsung melakukan koordinasi dan proses evakuasi di lokasi kejadian.
“Proses evakuasi terhadap dua korban beserta satu unit sepeda motor selesai dilakukan pada pukul 20.48 WIB,” ujar petugas.
Dua korban yang berhasil dievakuasi masing-masing berinisial E.P. (65), seorang pria yang ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri, serta L.E. (69), seorang perempuan yang dinyatakan meninggal dunia di lokasi.
Kedua korban kemudian dibawa menggunakan ambulans menuju RS Bhayangkara Surabaya untuk mendapatkan penanganan medis.
“Korban dan kendaraan berhasil dikeluarkan dari saluran air yang saat ini masih dalam proses pembangunan. Korban meninggal dunia dan korban yang tidak sadarkan diri sudah dibawa ke rumah sakit,” tambahnya.
Hingga kini, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan tersebut, termasuk kondisi pengamanan di sekitar proyek saluran air.
Proses evakuasi melibatkan DPKP Kota Surabaya, BPBD Kota Surabaya, Dinas Perhubungan, Satpol PP Kota Surabaya, Posko Terpadu Jemursari, Ambulans RS Bhayangkara, PMI, serta personel Polsek Wonocolo.
(Pramuja)


