• Jelajahi

    Copyright © Info Jalanan
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Halaman

    Ditembak Polisi, Pembunuh ASN BPN Surabaya Meringkuk: Residivis 7 TKP, Kerap Ajak Istri Jambret

    Jumat, 19 Juni 2026, Juni 19, 2026 WIB Last Updated 2026-06-19T10:22:39Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini


    Surabaya, Infojalanan.info – Pelarian komplotan jambret sadis yang menewaskan Widya Riskyanti (28), seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) Kantor Pertanahan Kota Surabaya II, akhirnya berakhir. Tim Jatanras Polrestabes Surabaya berhasil meringkus eksekutor utama. Pelaku terpaksa dihadiahi timah panas di kaki kirinya karena mencoba melawan saat penangkapan.


    Berdasarkan rekaman video di media sosial Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfie Sulistiawan, pelaku tampak terkulai lemas di atas kasur perawatan dengan kaki dibalut perban. Kasus ini terungkap setelah polisi menganalisis rekaman CCTV dari tiga Polsek terdekat untuk melacak rute pelarian pelaku di kawasan Jalan Kusuma Bangsa.

    "Kalau dari CCTV, tas korban berada di sebelah kiri. Pelaku merampas dari sisi kiri jalan, lalu langsung beralih ke kanan. Korban langsung oleng, jatuh, bahkan helmnya sampai kebanting," ujar salah satu penyidik di lokasi rekonstruksi.


    Jejak Kriminalitas Pelaku:

    • Residivis: Pemuda berusia 22 tahun ini merupakan penjahat kambuhan yang sudah dua kali keluar masuk penjara.
    • Jaringan 7 TKP: Beroperasi di Genteng, Bubutan, Pasar Loak, Jalan Cepu, Gubeng, JNT Osowilangun, Kali Butuh, hingga Gundih PGS (6 kasus jambret, 1 curanmor).
    • Melibatkan Keluarga: Dalam beberapa aksinya, pelaku nekat mengajak istrinya sendiri.
    • Kasus Narkoba: Saat digerebek, polisi menemukan barang bukti sabu yang diduga dikonsumsi pelaku bersama istrinya.


    Di ruang interogasi, pelaku sempat mengeluh kedinginan akibat luka tembak, namun langsung mendapat teguran keras dari Kapolrestabes Surabaya.


    "Kenapa? Dingin?! Itulah yang dirasakan korban saat itu. Kamu ngerti enggak korbanmu yang terakhir? Mati! Enggak ada gunanya kamu hidup kalau begini," tegas Kombes Pol Luthfie geram. Pelaku hanya bisa pasrah dan melontarkan kata maaf.

    Sementara itu, pihak keluarga korban menyatakan menutup pintu damai. Irma Muslika (33), kakak kandung almarhumah Widya, mendesak hukuman seberat-beratnya.


    "Kami enggak mau damai. Nyawa harus bayar nyawa, kalau bisa dihukum seumur hidup," ucap Irma di Rusunawa Indrapura. Selain meminta keadilan hukum, keluarga juga mendesak Pemkot Surabaya memperbaiki infrastruktur jalan dan penerangan di titik-titik rawan seperti Jalan Gundih agar tragedi serupa tidak terulang. 


    (Pramuja)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini