SURABAYA, INFOJALANAN.INFO – Tragedi tewasnya seorang lansia berusia 66 tahun yang terperosok ke dalam lubang proyek box culvert di Margorejo Indah, Jumat (12/6/2026) lalu, memicu reaksi keras dari Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi. Orang nomor satu di Surabaya itu mengakui adanya kelalaian nyata terkait standar pengamanan di lokasi kejadian.
Saat menggelar inspeksi mendadak (sidak) di kawasan Panjang Jiwo, Selasa (16/6/2026), Eri mengungkapkan bahwa pembatas (barrier) proyek dipasang secara renggang dan tidak rapat. Kondisi ini diperparah dengan minimnya lampu penerangan, sehingga korban yang sudah lanjut usia tidak melihat adanya lubang galian saat melintas.
"Pengamannya ada, tapi renggang. Saat beliau berputar, karena sudah sepuh dan lampu kurang terang, beliau masuk di sela-sela barrier itu. Jadi kalau ada yang bilang barrier-nya kurang rapat, ya memang salah," ujar Eri blak-blakan.
Kecewa dengan kelengahan ini, Eri langsung menjatuhkan rapor merah dan peringatan keras. Ia menegaskan tidak akan segan mencopot Pimpinan Proyek (Pimpro) hingga Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya jika insiden fatal seperti ini terulang kembali. Sanksi pemutusan kontrak juga membayangi pihak kontraktor.
Padahal, menurut Eri, konsultan pengawas sebenarnya sudah sempat melayangkan peringatan kepada pihak rekanan. Namun, lemahnya pengawasan di lapangan membuat teguran tersebut bak angin lalu.
Sebagai tindakan korektif, Pemkot Surabaya menghentikan sementara seluruh proyek pengerukan jalan di Kota Pahlawan guna evaluasi total hingga Kamis (18/6/2026). Eri berjanji akan menyisir langsung lokasi-lokasi proyek untuk memastikan keselamatan warga tidak lagi dikorbankan.
(Pramuja)
