Infojalanan.info
– Perjalanan Commuter Line relasi Duri-Tangerang sempat mengalami gangguan teknis hingga menyebabkan kereta berhenti cukup lama di tengah lintasan pada Selasa, 26 Mei 2026 sore. Insiden tersebut viral di media sosial setelah sejumlah penumpang membagikan kondisi di dalam kereta maupun proses evakuasi rangkaian.
KRL dengan nomor perjalanan 1978A itu dilaporkan berhenti di antara Stasiun Bojong Indah dan Taman Kota sekitar pukul 16.55 WIB. Gangguan mendadak tersebut membuat suasana di dalam gerbong menjadi penuh kepanikan, terlebih saat pendingin udara tidak lagi berfungsi akibat aliran listrik terganggu.
Sejumlah penumpang mengaku sempat mendengar suara benturan sebelum kereta perlahan kehilangan tenaga dan akhirnya berhenti total di jalur.
“Awalnya terasa seperti ada hentakan kecil beberapa kali, lalu kereta mulai melambat sampai akhirnya mati total,” tulis salah satu pengguna media sosial yang berada di dalam rangkaian saat kejadian.
Kondisi tersebut membuat penumpang harus menunggu cukup lama di dalam gerbong dengan suhu yang semakin panas. Beberapa jendela darurat terlihat dibuka untuk memperlancar sirkulasi udara.
Tak sedikit penumpang yang akhirnya memilih turun sebelum kereta tiba di stasiun. Dalam sejumlah video yang beredar, terlihat beberapa orang melompat dari pintu kereta ke area sekitar rel demi melanjutkan perjalanan.
Aksi itu pun menuai perhatian karena dianggap berbahaya, terlebih jalur tersebut masih aktif dilintasi kereta lain.
Di sisi lain, video proses evakuasi rangkaian juga ramai diperbincangkan. Sebuah KRL lain terlihat mendorong kereta yang mengalami gangguan menuju Stasiun Rawa Buaya untuk penanganan lebih lanjut.
Suasana di stasiun sempat dipadati penumpang akibat antrean perjalanan yang tertunda. Beberapa calon pengguna Commuter Line maupun kereta Bandara memilih membatalkan perjalanan karena kondisi operasional belum stabil.
Manager Public Relations KAI Commuter, Leza Arlan, menjelaskan bahwa penumpang dari Commuter Line 1978A dialihkan ke perjalanan berikutnya guna mengurai kepadatan.
Pihak KAI Commuter juga memastikan proses penanganan dilakukan sesegera mungkin hingga perjalanan kembali berangsur normal pada malam hari sekitar pukul 19.39 WIB.
Meski operasional kembali berjalan, insiden tersebut menjadi perhatian publik setelah berbagai rekaman suasana di dalam kereta hingga aksi penumpang turun paksa tersebar luas di media sosial.
(Yan)
