(Pengurus PKL Cicadas, tokoh masyarakat dan pedagang didampingi Petugas Polsek Cibeunying Kiduk gelar Rapat Dadakan, Senin malam, 18/5)
BANDUNG, [INFOJALANAN.INFO] — Rapat dadakan ratusan Pedagang Kaki Lima (PKL) Cicadas di Jalan Ahmad Yani, dekat kawasan Jalan Asep Berlian, Senin (18/5) malam, akhirnya membuahkan keputusan bersama. Mayoritas pedagang kebanyakan memilih opsi kompensasi uang tunai ketimbang diangkat menjadi tenaga honorer.
Ketua PKL Cicadas, Suherman, menegaskan bahwa hasil keputusan rapat malam ini akan langsung disampaikan kepada pihak berwenang pada Selasa (19/5) besok.
"Kebanyakan pedagang memilih opsi kompensasi uang tunai Rp10 juta selesai. Rencananya besok hari Selasa, saya selaku ketua PKL akan mendatangi kantor Satpol PP untuk menyampaikan langsung hasil rapat yang sudah diputuskan oleh para pedagang malam ini," kata Suherman di lokasi rapat, Senin (18/5) malam.
(Ketua PKL Cicadas Suherman saat memberikan pengarahan pada para pedagang)
Keputusan ini diambil setelah para pedagang dihadapkan pada dua opsi mutlak dari pemerintah daerah yang disampaikan pada siang harinya. Opsi pertama adalah uang kompensasi Rp10 juta tunai, dan opsi kedua adalah bekerja sebagai pegawai honorer di Kota Bandung tanpa uang kompensasi.
Suherman menambahkan, jadwal pembongkaran lapak oleh Kang Dedi Mulyadi yang semula ditargetkan bersih hari ini terpaksa tertunda. Warga pedagang tetap teguh pada pendirian untuk memegang dana kompensasi terlebih dahulu sebelum membongkar lapak yang sudah menjadi sumber penghidupan mereka selama puluhan tahun.
"Harusnya pembongkaran itu hari ini. Tapi warga meminta untuk lebih dulu menerima uang kompensasi, baru bisa dilakukan pembongkaran," pungkasnya.
Rapat PKL berjalan kondusif dan nyaman dengan didampingi langsung oleh Kapolsek Cibeunying Kidul bersama beberapa anggotanya untuk memastikan tidak ada ada tindakan yang bisa menimbulkan masalah kamtibmas.

