SURABAYA, INFOJALANAN.INFO – Misteri jatuhnya seorang penumpang taksi di Jembatan Suramadu akhirnya terungkap. Seorang wanita berinisial RF (30), warga Kampung Babakan Hilir, Kelurahan Pakuon, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di perairan Dermaga Madura, tepat di depan Monumen Jalesveva Jayamahe, Koarmada II.
Jasad korban pertama kali ditemukan oleh petugas dalam posisi mengapung pada Kamis (14/5) pagi sekitar pukul 10.10 WIB. Petugas yang sigap langsung mengamankan jenazah ke KRI HIU sebelum akhirnya dievakuasi ke daratan untuk proses identifikasi lebih lanjut.
Kasatreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak, AKP M Prasetyo, membenarkan adanya penemuan jasad wanita tersebut di area pangkalan militer. "Iya benar, ada penemuan jenazah di lokasi tersebut," ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (15/5) malam.
Menangis Sepanjang Jalan di Dalam Taksi berdasarkan hasil penyelidikan mendalam oleh pihak kepolisian, kronologi kejadian mulai terkuak dari keterangan sopir taksi Blue Bird yang sempat ditumpangi oleh korban.
Kasi Humas Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Iptu Suroto, menjelaskan bahwa korban awalnya naik taksi dari pinggir jalan di depan Perumahan Citra Sentosa, Lakarsantri, Surabaya, dengan tujuan Jembatan Suramadu.
Menurut pengakuan sopir taksi, sepanjang perjalanan korban terus-menerus menangis secara histeris. Korban juga berulang kali mendesak agar sopir memacu kendaraannya dengan lebih cepat.
Setibanya di bentang tengah Jembatan Suramadu, korban mendadak meminta sopir untuk menghentikan kendaraan dan menurunkannya di lokasi. Korban berdalih bahwa sudah ada seseorang yang hendak menjemputnya di atas jembatan tersebut. Setelah diturunkan, korban diduga kuat nekat melompat ke laut.
Penemuan Ponsel Korban Jadi Titik Terang sesaat setelah perkiraan waktu kejadian, sebuah petunjuk penting ditemukan oleh warga bernama Abbas. Pada dini hari sekitar pukul 02.30 WIB, saksi Abbas menemukan sebuah ponsel iPhone 11 berwarna merah tergeletak di jalur kendaraan roda dua (R2) arah Surabaya–Madura dalam kondisi mati.
"Saksi membawa pulang HP tersebut untuk dicas dengan niat mengembalikan jika ada yang menghubungi. Namun, karena ponsel terkunci, saksi tidak bisa membukanya hingga akhirnya temuan ini terhubung dengan penyelidikan pihak kepolisian," jelas Iptu Suroto.
Ponsel tersebut kini menjadi salah satu barang bukti penting bagi penyidik untuk mengungkap motif di balik tindakan nekat yang dilakukan oleh korban. Hingga saat ini, jenazah korban telah berada di kamar mayat RSUD Dr. Soetomo untuk proses visum dan menunggu pihak keluarga dari Cianjur tiba di Surabaya.
(Ach Iksan)
