• Jelajahi

    Copyright © Info Jalanan
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Halaman

    Diduga Jadi Korban Penipuan Berkedok Dukcapil, Nasabah BCA di Tasikmalaya Kehilangan Dana Rp160 Juta

    Jumat, 29 Mei 2026, Mei 29, 2026 WIB Last Updated 2026-05-29T03:31:20Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini


     Infojalanan.info 

    - Kasus dugaan pembobolan rekening mobile banking milik nasabah Bank Central Asia (BCA) di Kota Tasikmalaya tengah menjadi sorotan publik. Seorang nasabah bernama Endang Abdul Komarudin mengaku kehilangan dana hingga Rp160 juta setelah diduga menjadi korban penipuan digital.


    Korban sebelumnya telah melaporkan kejadian tersebut ke Polres Tasikmalaya Kota melalui Surat Tanda Bukti Pengaduan nomor STP/219/IV/2026/SAT RESKRIM. Kasus itu kini masih dalam proses penanganan aparat kepolisian.


    Berdasarkan informasi yang beredar, korban awalnya menerima telepon dan video call dari pihak yang mengaku sebagai petugas kecamatan dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Tasikmalaya.


    Dalam komunikasi tersebut, korban disebut diarahkan melakukan proses verifikasi melalui aplikasi mobile banking miliknya. Pelaku diduga meminta korban memasukkan PIN serta sejumlah data penting yang berkaitan dengan rekening pribadi.


    Tidak lama setelah proses tersebut berlangsung, korban mendapati saldo di rekeningnya berkurang drastis hingga mencapai Rp160 juta. Korban mengaku tidak pernah melakukan transaksi transfer secara sadar.


    Kasus itu kemudian dibahas dalam audiensi bersama Komisi II DPRD Kota Tasikmalaya yang turut menghadirkan pihak Bank BCA serta organisasi masyarakat Gibas Resort Kota Tasikmalaya.


    Ketua Gibas Resort Kota Tasikmalaya, Agus Ridwan menyebut korban merasa dirugikan karena dana di rekeningnya hilang tanpa sepengetahuan dirinya. Korban juga meminta pihak bank memberikan solusi dan pertanggungjawaban atas kejadian tersebut.


    Sementara itu, perwakilan BCA menjelaskan hasil pemeriksaan awal belum menemukan indikasi keterlibatan internal bank. Dugaan sementara mengarah pada akses oleh pihak luar melalui layanan mobile banking milik nasabah.


    Ketua Komisi II DPRD Kota Tasikmalaya, Rahmat Sutarman mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap berbagai modus kejahatan digital yang mengatasnamakan instansi pemerintah maupun layanan perbankan. Hingga kini, belum terdapat titik temu antara pihak nasabah dan pihak bank terkait penyelesaian kasus tersebut.

    (Yan) 

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini