Infojalanan.info
– Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Kendal sejak Selasa (10/2/2026) malam hingga Rabu (11/2/2026) dini hari menyebabkan Sungai Blorong meluap dan merendam ratusan rumah warga di sejumlah kecamatan.
Luapan sungai terjadi setelah debit air meningkat drastis dan tidak lagi mampu ditampung aliran sungai. Air kemudian meluber ke permukiman warga, terutama di wilayah yang berada di dataran rendah dan berdekatan dengan bantaran sungai.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kendal, banjir terdampak di Kecamatan Ngampel, Boja, Kaliwungu Selatan, dan Brangsong. Wilayah paling parah berada di Kecamatan Ngampel, khususnya Desa Rejosari yang mencatat sekitar 600 rumah tergenang dengan ketinggian air mencapai lutut orang dewasa.
Sementara itu, di Desa Ngampel Kulon tercatat sekitar 350 rumah terendam dengan ketinggian air mencapai satu meter. Warga yang terdampak berupaya menyelamatkan barang-barang berharga ke tempat yang lebih tinggi, meski sebagian harus pasrah karena air datang secara tiba-tiba pada tengah malam.
Sejumlah warga mengaku tidak memiliki cukup waktu untuk melakukan persiapan karena banjir datang saat sebagian besar masyarakat tengah tertidur. Air mulai masuk ke rumah sekitar pukul 00.00 WIB dan terus meningkat dalam waktu singkat.
Hingga saat ini, belum ada laporan resmi terkait jumlah warga yang mengungsi. Petugas BPBD bersama aparat setempat terus melakukan pemantauan dan pendataan dampak banjir serta mengimbau warga untuk tetap waspada apabila curah hujan kembali meningkat.
(Yan)
