Infojalanan.info
– PSSI resmi memperkenalkan John Herdman sebagai pelatih kepala Timnas Indonesia dalam acara yang digelar di Jakarta, Selasa (13/1/2026). Pelatih asal Inggris itu dipercaya menakhodai skuad Garuda menggantikan Patrick Kluivert yang sebelumnya menjabat posisi tersebut.
Penunjukan Herdman langsung menyedot perhatian publik sepak bola nasional. Selain rekam jejaknya bersama Timnas Kanada, aspek kontrak dan nilai gaji sang pelatih juga menjadi topik yang ramai diperbincangkan.
Sebagaimana kebiasaan PSSI, tidak ada informasi resmi yang disampaikan kepada publik terkait nilai kontrak maupun bayaran Herdman. Namun, media asal Kanada, Canadian Soccer Daily, pernah membeberkan estimasi gaji yang akan diterima pelatih berusia 50 tahun itu.
Dalam laporannya, Herdman disebut bakal mengantongi bayaran sekitar 40.000 dolar AS per bulan atau setara Rp673 juta. Angka tersebut disebut sebagai nilai kontraknya dalam pekerjaan baru bersama Timnas Indonesia.
Media tersebut juga menyoroti bahwa ini merupakan pekerjaan pertama Herdman sejak mengakhiri masa tugasnya bersama klub MLS, Toronto FC, pada akhir musim 2024. Selain menangani tim senior, Herdman juga diberi mandat untuk membina Timnas Indonesia U-23.
Penugasan ganda tersebut disebut sejalan dengan program jangka panjang PSSI yang menargetkan percepatan regenerasi pemain menuju tim utama, sekaligus persiapan menuju Piala Dunia 2030.
Jika dibandingkan dengan pendahulunya, estimasi gaji Herdman tergolong lebih rendah. Shin Tae-yong, yang melatih Timnas Indonesia sejak 2019, sempat menerima bayaran sekitar Rp1,1 miliar per bulan sebelum kontraknya diperpanjang.
Setelah perpanjangan kontrak, gaji pelatih asal Korea Selatan itu meningkat hingga mencapai Rp1,9 miliar per bulan. Nominal tersebut menjadikan STY sebagai pelatih dengan bayaran tertinggi sepanjang sejarah Timnas Indonesia.
Sementara itu, Patrick Kluivert dikabarkan menerima gaji di kisaran Rp1,3 hingga Rp1,5 miliar per bulan. Dengan durasi kontrak dua tahun, total bayaran legenda Belanda itu diperkirakan menyentuh angka puluhan miliar rupiah.
Meski begitu, seluruh angka tersebut masih bersifat estimasi. Hingga kini, PSSI tetap konsisten tidak membeberkan secara terbuka nilai kontrak maupun gaji para pelatih Timnas Indonesia kepada publik.
(Yan)
