• Jelajahi

    Copyright © Info Jalanan
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Halaman

    Status Awas Masih Berlaku, Aktivitas Semeru Meningkat dan Warga Diminta Patuh Zona Bahaya

    Redaksi
    Senin, 24 November 2025, November 24, 2025 WIB Last Updated 2025-11-24T03:24:11Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

     


    Jawa timur, infojalanan.info


    Aktivitas vulkanik Gunung Semeru kembali menunjukkan intensitas tinggi pada Minggu, 23 November 2025. Berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunungapi Semeru, PVMBG mencatat serangkaian aktivitas yang menandakan kondisi gunung masih labil setelah erupsi pada 19 November lalu.


    Dalam periode pengamatan pukul 00.00–06.00 WIB, Semeru memperlihatkan adanya kolom asap setinggi 500–700 meter dari dua kali letusan, sementara asap kawah terpantau naik hingga 1.000 meter ke arah barat daya. Cuaca mendung dan angin lemah mendominasi area puncak pada pagi hari.


    PVMBG menyebut setidaknya 36 kali gempa letusan, diikuti 2 gempa guguran, serta 5 gempa hembusan yang merefleksikan aktivitas vulkanik yang masih aktif. Karena kondisi tersebut, status Semeru tetap berada pada Level IV atau Awas.


    PVMBG kembali menegaskan bahwa tidak ada aktivitas warga maupun wisatawan yang diperbolehkan berada dalam radius 8 kilometer dari puncak. Sementara sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga 20 kilometer dinyatakan sebagai jalur paling berisiko bila terjadi awan panas atau guguran lava.


    Masyarakat yang berada di luar zona bahaya juga diminta menjaga jarak minimal 500 meter dari bantaran sungai yang berhulu di Semeru. Potensi lahar dan material vulkanik dapat mengalir cepat mengikuti aliran sungai seperti Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Sat, Kembar, dan jalur lain yang terhubung.


    Di tengah status awas yang masih diberlakukan, Pemerintah Kabupaten Lumajang menegaskan bahwa kegiatan belajar mengajar (KBM) bagi anak-anak pengungsi akan mulai dibuka kembali pada Senin, 24 November 2025.


    Wakil Bupati Lumajang, Yudha Adji Kusuma, menjelaskan bahwa pembukaan sekolah menjadi bagian dari upaya pemulihan kehidupan warga setelah bencana.


    “Senin anak-anak sudah mulai kembali sekolah, sambil pemerintah menata ulang fasilitas pendidikan yang terdampak,” jelas Yudha saat mendampingi kunjungan Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata, Zita Anjani.


    Saat meninjau pengungsi di SD Negeri 2 Pronojiwo, Zita Anjani menyampaikan bahwa Presiden Prabowo memberikan instruksi langsung untuk memastikan penanganan bencana Semeru berjalan cepat dan terkoordinasi.


    “Bapak Presiden meminta agar seluruh penanganan dilakukan dengan cepat, tepat, dan tuntas. Kami datang memastikan masyarakat kembali pulih pascaerupsi,” ujar Zita.


    Data dari Pusdalops BPBD Lumajang menunjukkan total 645 warga masih bertahan di posko pengungsian hingga Sabtu malam. Jumlah tersebut menurun signifikan dari 1.187 pengungsi pada awal erupsi.


    Meski beberapa warga telah pulang, pemerintah tetap menyiapkan posko dan fasilitas penampungan karena status tanggap darurat berlaku hingga 25 November 2025.


    (Yanto)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini