SURABAYA.INFOJALANAN.INFO - Infrastruktur kelembagaan Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jawa Timur mendapat sorotan dari kader PMII. Salah satunya datang dari Ketua II Komisariat PMII Perjuangan Universitas Dr. Soetomo (Unitomo), Mardi Jaya, yang mempertanyakan keberadaan dan fungsi sekretariat PKC PMII Jawa Timur sebagai pusat aktivitas organisasi.
Mardi menilai keberadaan sekretariat penting bagi organisasi sebesar PKC PMII Jawa Timur, terutama untuk mendukung kegiatan administrasi, konsolidasi antarcabang, komunikasi organisasi, hingga aktivitas kader.
“Sekelas PKC PMII Jawa Timur, masa persoalan sekretariat belum menjadi perhatian serius? Pertanyaan saya sederhana, di mana rumah organisasi yang bisa menjadi pusat aktivitas dan konsolidasi kader PMII Jawa Timur?” ujar Mardi Jaya.
Menurut dia, kritik tersebut bukan dimaksudkan untuk menuntut fasilitas organisasi yang mewah. Namun, sekretariat dinilai sebagai salah satu kebutuhan dasar agar roda organisasi dapat berjalan secara lebih tertata.
“Saya tidak menuntut kantor mewah atau gedung besar. Tetapi organisasi sebesar PKC PMII Jawa Timur setidaknya harus memiliki sekretariat yang jelas, representatif, dan dapat digunakan untuk menjalankan aktivitas organisasi. Kader juga perlu tahu, ketika ingin datang dan berkoordinasi dengan PKC, harus datang ke mana,” katanya.
Mempertanyakan Prioritas Kepemimpinan. Mardi mengaitkan persoalan tersebut dengan kepemimpinan PKC PMII Jawa Timur saat ini yang dipimpin M. Ivan Akiedozawa atau Edo. Menurutnya, ketua organisasi memiliki tanggung jawab tidak hanya menjalankan agenda dan forum, tetapi juga memperkuat perangkat kelembagaan.
“Ketika seseorang menerima mandat sebagai Ketua PKC, tentu ada tanggung jawab untuk memperkuat institusi. Karena itu, wajar jika kader mempertanyakan apa saja prioritas pembangunan kelembagaan, termasuk mengenai sekretariat organisasi,” ujar Mardi.
Ia mengatakan, keberadaan sekretariat seharusnya tidak dipandang semata-mata sebagai persoalan tempat atau bangunan. Menurutnya, sekretariat dapat menjadi simbol sekaligus sarana kerja organisasi yang mempertemukan kader dan pengurus dari berbagai cabang di Jawa Timur.
“Sekretariat bukan sekadar ruangan. Di sana ada administrasi, komunikasi, konsolidasi, dan tempat kader berinteraksi dengan struktur organisasi. Kalau fasilitas itu belum optimal, tentu perlu menjadi bahan evaluasi bersama,” katanya.
Bukan Persoalan Personal; Mardi menegaskan, sorotan yang disampaikannya bukan ditujukan sebagai serangan terhadap pribadi Edo. Ia menyebut kritik tersebut sebagai bagian dari kontrol internal dan evaluasi terhadap organisasi.
“Saya tidak sedang menyerang pribadi Edo. Yang saya soroti adalah aspek kelembagaan PKC PMII Jawa Timur. Karena Edo saat ini mendapatkan mandat sebagai Ketua PKC, maka pertanyaan mengenai kinerja dan pembangunan kelembagaan tentu relevan untuk disampaikan secara terbuka,” tegasnya.
Ia juga meminta agar persoalan tersebut dapat dijawab secara terbuka oleh PKC PMII Jawa Timur. Jika sekretariat telah tersedia, menurut Mardi, informasi mengenai lokasi dan fungsi sekretariat dapat disampaikan kepada kader agar tidak menimbulkan pertanyaan di internal organisasi.
“Kalau memang sekretariat sudah ada dan berjalan, silakan dijelaskan kepada kader. Kalau masih dalam proses atau belum tersedia secara permanen, sampaikan juga secara terbuka. Menurut saya, keterbukaan justru penting untuk membangun kepercayaan kader,” ujarnya.
Mendorong Penguatan Infrastruktur Organisasi. Mardi berharap persoalan sekretariat tidak berhenti sebagai polemik, tetapi dapat menjadi momentum untuk memperkuat infrastruktur kelembagaan PKC PMII Jawa Timur.
“PKC PMII Jawa Timur adalah rumah besar bagi cabang-cabang PMII di Jawa Timur. Karena itu, rumah organisasi secara fisik maupun kelembagaan harus terus diperkuat. Jangan hanya membangun struktur dan menjalankan forum, tetapi infrastruktur pendukung organisasi juga harus mendapat perhatian,” pungkas Mardi Jaya.
Catatan redaksi; Pernyataan dalam berita ini merupakan pandangan dan kritik Mardi Jaya sebagai kader/aktivis PMII. Redaksi tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi dari Ketua PKC PMII Jawa Timur M. Ivan Akiedozawa maupun pihak terkait mengenai keberadaan, status, dan penggunaan sekretariat PKC PMII Jawa Timur.
(Ret/gafur)
