Gorontalo, Infojalanan.info – Pembina Solidaritas Perempuan untuk Indonesia Kabinet Merah Putih (Seruni KMP) Ibu Selvi Gibran Rakabuming meninjau Pelatihan Kewirausahaan Pekerja Migran Purna dan Keluarga di Azlea Convention Center, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo, Selasa (13/10/2026).
Pelatihan yang diselenggarakan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia/Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI/BP2MI) ini bertujuan meningkatkan keterampilan kewirausahaan serta membuka peluang usaha bagi pekerja migran purna dan keluarganya melalui pengolahan pangan berbasis potensi lokal, khususnya pembuatan pisang panggang dan kue Karawo.
Dalam kesempatan tersebut, Ibu Selvi menyaksikan langsung praktik pembuatan makanan sekaligus berdialog dengan para peserta mengenai pengalaman, keterampilan, dan rencana usaha mereka. Ia memberikan semangat agar keterampilan yang diperoleh melalui pelatihan dapat dimanfaatkan untuk memulai maupun mengembangkan usaha secara mandiri.
Salah satu peserta, Noval, yang pernah bekerja di Jepang pada 2003–2007, mengaku antusias mengikuti pelatihan untuk menambah keterampilan baru. Setelah kembali ke Indonesia, ia menjalankan usaha bengkel dan kini berencana merambah usaha makanan, termasuk produksi keripik.
Noval juga mengaku mendapat motivasi dari Ibu Selvi untuk terus bersemangat dalam merintis usaha.
“Supaya semangat bikin usaha, siapa tahu insyaallah sukses,” ujar Noval, mengingat pesan Ibu Selvi kepadanya.
Peserta lainnya, Salim Naki, mengikuti pelatihan pembuatan pisang panggang untuk mempelajari peluang usaha baru. Ia mengungkapkan bahwa produk yang dihasilkan masih dalam tahap penjajakan pasar, dengan rencana pemasaran melalui berbagai kegiatan pameran.
“Untuk sekarang masih mencari pasar. Rencananya, produk ini akan dipasarkan melalui pameran-pameran,” ujar Salim.
Sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan usaha peserta, dalam kegiatan tersebut turut diserahkan 20 paket bantuan pemberdayaan ekonomi dari Seruni KMP. Setiap paket berisi peralatan usaha berupa kompor, blender, dan oven untuk membantu peserta memulai atau meningkatkan kapasitas produksi usaha rumahan.
Melalui pelatihan dan bantuan peralatan ini, para pekerja migran purna dan keluarganya diharapkan dapat memanfaatkan keterampilan serta potensi lokal untuk menciptakan peluang usaha, meningkatkan pendapatan, dan memperkuat kemandirian ekonomi keluarga setelah kembali ke Tanah Air.
(Red)
