• Jelajahi

    Copyright © Info Jalanan
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Halaman

    293 Santri Pondok Manbaul Hikam Sidoarjo Dirawat Di Rumah Sakit, Gejala Keracunan Akibad Diduga Menu MBG Yang Disiapkan Satuan.

    Rabu, 02 September 2026, September 02, 2026 WIB Last Updated 2026-09-02T01:51:42Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini



    SIDOARJO, INFOJALANAN.INFO – Sebanyak 293 santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, menjalani perawatan di delapan rumah sakit setelah mengalami gejala yang diduga keracunan, Selasa (1/9/2026).

    Para santri tersebut diduga mengalami gangguan kesehatan setelah menyantap menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan di lingkungan pondok pesantren.

    Berdasarkan informasi yang tercantum dalam laman resmi Badan Gizi Nasional (BGN), menu MBG yang disiapkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sidoarjo Tanggulangin Kalitengah untuk penerima manfaat, termasuk santri Manbaul Hikam, terdiri atas nasi putih, telur orak-arik, tempe bumbu bali, tumis buncis baby corn, dan apel.

    Keterangan mengenai menu tersebut juga disampaikan salah seorang santriwati yang menjalani perawatan di RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo.

    Ia membenarkan bahwa para santri menerima nasi putih, telur orak-arik, dan tempe bumbu bali. Namun, ia mengaku tidak menghabiskan sayur yang berada di dalam wadah MBG karena mencium aroma dan merasakan rasa yang tidak biasa.

    Makan MBG jam 13.00 WIB. Yang dimakan nasi putih, telur orak-arik, tempe kayak bali, gak pedes. Sayur gak habis, yang kecut dari sayurnya, ujar santriwati tersebut.

    Meski demikian, belum dapat dipastikan bahwa menu MBG tersebut menjadi penyebab munculnya gejala yang dialami para santri. Pemerintah dan tim medis masih perlu melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab secara pasti.

    Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, dr Lakhsmie Herawati Yuwantina, mengatakan ratusan santri yang mengalami gejala tersebut telah mendapatkan penanganan di sejumlah rumah sakit.

    Ia menyebut terdapat delapan santri yang berada dalam kondisi berat sehingga harus mendapatkan penanganan dan observasi lebih intensif.

    Ya tentunya butuh perawatan untuk observasi. Observasi dulu. Resep masih belum keluar ke sana, baru pemegang, kata Lakhsmie saat ditemui awak media di RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo.

    Sementara itu, Bupati Sidoarjo Subandi memastikan pemerintah daerah terus memantau kondisi para santri yang menjalani perawatan di rumah sakit.

    Menurut Subandi, santri yang kondisinya telah membaik berdasarkan penilaian tim medis dapat dipulangkan. Namun, pemerintah daerah tetap meminta rumah sakit memastikan kondisi pasien sebelum memberikan izin pulang.

    Semuanya anak-anak kita yang tiba di rumah sakit semua sudah termonitor semua, ya. Ini tadi yang sudah sembuh-sembuh tak suruh pulangkan, ujar Subandi.

    Subandi juga memastikan pemerintah daerah mengerahkan sumber daya yang diperlukan untuk membantu proses penanganan para santri.

    Ia meminta orang tua dan wali santri tidak panik serta mempercayakan proses penanganan kepada tim medis di rumah sakit.

    Saya mengimbau dari bapak wali santri semuanya tidak usah ada kekhawatiran. Kita sebagai pimpinan daerah sudah memaksimalkan dalam pelayanan. Tidak usah ada kekhawatiran. Sampai anak panjenengan semua akan sembuh, katanya.

    Di sisi lain, dugaan keracunan tersebut masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut. Pemerintah perlu memastikan sumber penyebab gangguan kesehatan, termasuk melalui pemeriksaan terhadap sampel makanan, kondisi pasien, serta faktor lain yang berkaitan dengan proses penyediaan dan distribusi makanan.

    Langkah tersebut penting agar penyebab kejadian dapat diketahui secara objektif sekaligus menjadi bahan evaluasi terhadap pelaksanaan program MBG di lingkungan Pondok Pesantren Manbaul Hikam.

    oleh : Farid
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini