Kediri, Infojalanan.info - TUNTAS sudah gelaran Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) tahun ini, 2026 di PP Al-Falah Ploso Kediri, Senin (22/6/26) kemarin. Jadwalnya, hari ini Selasa (23/6/26) penutupan di Bangkalan, Madura.
Alhamdulillah. Kita patut bersyukur kepadaNya. Tetapi, sayang, di akhir acara (Pleno) ada pemandangan kurang elok, meski, sebagian nahdliyin menyebutnya tragedi. Terus terang, dalam hal teknis pelaksanaan sudah sangat baik, kepanitiaan tampak profesional, walau sebagian besar dilaksanakan oleh para santri Ploso.
Ada lima catatan yang menjadi perhatian saya. Pertama, soal akomodasi penginapan peserta sudah lebih dari cukup. Semua peserta mendapatkan pelayanan kamar hotel berbintang. Mungkin malah sebagian panitia ada yang harus swasembada, mandiri dalam pengadaan akomodasi. Hotel-hotel di sekitar terasa penuh.
Kedua, transportasi untuk peserta sangat memadai dari penginapan ke lokasi (Ploso). Ada lebih 40-an mobil Toyota Hiace siap antarjemput peserta. Ketiga, konsumsi di arena Munas dan Konbes NU sangat baik, bahkan cukup mewah untuk ukuran kegiatan NU.
Keempat, administrasi, protokoler dan keamanan juga sudah tertata dengan rapi. Semua orang yang masuk arena tercatat dengan absensi. Keamanan lokasi persidangan juga sangat baik. Sehingga sulit orang yang tidak berkepentingan berada dalam arena sidang. Di medsos, tampak pengurus PBNU yang ‘terpaksa’ harus ‘tunduk’ pada santri yang sibuk menjaganya.
Kelima, Fasilitas gedung sebagai tempat persidangan sangat cukup memadai. Dalam konteks pelaksanaan teknis kepanitiaan, Munas dan Konbes NU 2026 di Ploso, Kediri sudah cukup sukses. Tidak berlebihan, kalau kita harus bersyukur, dan menyampaikan terima kasih kepada pengusuh PP Al Falah, Ploso, Kediri.
Perkara adanya persoalan dalam persidangan, terutama pembahasan materi serta hasil-hasil persidangan Munas dan Konbes, itu wilayah kerja SC (pengarah). Memang, di jagat medsos tengah beredar ketegangan menyangkut penentuan lokasi Muktamar ke-35 NU yang akan berlangsung 1-5 Agustus mendatang. Tetapi, menurut hemat saya, itu karena pimpinan sidang yang kurang mengindahkan suara pleno, tampak ingin memaksakan Muktamar ke-35 NU nanti berlangsung di Lirboyo. Padahal, Munas dan Konbes sudah di Kediri, Jawa Timur, sementara banyak daerah inign menjadi tuan rumah. Waallahu’alam.
(FR)
