SURABAYA, INFOJALANAN.INFO – Memasuki hari Jumat (24/4), proyek normalisasi Sungai Kalianak Tahap 2 di wilayah Morokrembangan terpantau berjalan dengan aman, lancar, dan kondusif. Proses penataan bantaran sungai yang telah direncanakan sejak lama ini kini menunjukkan kemajuan signifikan berkat kolaborasi erat antara pemerintah dan masyarakat.
Di lapangan, suasana haru sekaligus penuh gotong royong terlihat saat sejumlah personel Satpol PP tidak hanya melakukan pengawasan, tetapi turun langsung membantu warga membongkar bangunan secara hati-hati.
Pelayanan Prima Bagi Warga Terdampak para petugas dengan sigap membantu warga memindahkan perabotan dan barang-barang berharga ke armada angkut untuk diantarkan ke lokasi tempat tinggal yang baru sesuai keinginan warga. Aksi jemput bola ini dilakukan untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak relokasi.
"Kami mengapresiasi bantuan para petugas yang tidak hanya sekadar membongkar, tapi juga mau membantu mengangkat barang-barang kami sampai ke lokasi tujuan," ujar salah seorang warga di lokasi.
Keikhlasan Warga Setelah Penantian Panjang hingga saat ini, belum ditemukan kendala atau gesekan di lapangan. Warga Tambak Asri dan sekitarnya tampak telah merelakan bangunan yang telah mereka tempati selama bertahun-tahun. Bagi banyak warga, rencana normalisasi sungai ini sebenarnya sudah terdengar sejak lama, namun baru terealisasi secara menyeluruh pada tahun ini.
Keikhlasan warga untuk membongkar hunian yang dibangun dengan jerih payah selama sekian tahun tersebut didasari oleh kesadaran akan pentingnya normalisasi sungai sebagai solusi permanen mengatasi masalah banjir di wilayah Surabaya Utara.
Sinergi untuk Surabaya Bebas Banjir kehadiran petugas di tengah masyarakat memberikan rasa aman sekaligus memastikan bahwa proses transisi ini berjalan tanpa hambatan teknis. Penataan Sungai Kalianak ini diharapkan akan mengembalikan fungsi sungai secara optimal, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh warga kota.
Proses pengerjaan tahap 2 ini akan terus berlanjut dengan pembersihan area bantaran sebelum nantinya alat berat masuk untuk proses pengerukan dan penguatan tebing sungai.
(Ach Iksan)

