• Jelajahi

    Copyright © Info Jalanan
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Halaman

    "Tolong Kami, Pak Eri" Melihat Tangis Warga Kretekan Terancam Kehilangan Tempat Tinggal

    Senin, 23 Februari 2026, Februari 23, 2026 WIB Last Updated 2026-02-23T09:48:56Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini


    Surabaya, infojalanan.info


    Suasana haru menyelimuti pemukiman padat penduduk di bantaran saluran Kretekan saat warga melakukan aksi penolakan terhadap rencana lebar saluran yang dianggap mengancam ruang hidup mereka. Meski pemerintah mengklaim telah mengambil opsi lebar terkecil sebesar 16,1 meter dari berbagai versi data sejarah, bagi warga angka tersebut tetap menjadi ancaman nyata bagi rumah yang telah mereka huni sejak tahun 1950-an.


    Pak Maryono, perwakilan warga, menegaskan bahwa masyarakat pada dasarnya mendukung pembangunan, namun terhambat oleh besaran dampak sosial yang akan diterima. Beliau menyampaikan aspirasi warga dengan sangat emosional:


    "Tidak menolak normalisasi, tapi lebarnya saja. Warga ingin 8 meter agar tidak banyak rumah yang terdampak atau tergusur. Kami sudah tinggal di sini sejak 1950-an dan 1980-an" ungkap Ketua Asosiasi Pak Maryono


    Kekhawatiran serupa disampaikan oleh Ibu Umi Kulzum, yang rumahnya ditandai petugas secara diam-diam melalui pintu belakang. Dengan nada sedih, ia memohon kebijakan yang lebih adil:


    "Harapannya begini loh Pak, kita itu tidak menolak. Kita itu minta 8 meter; ke kanan 4 meter, ke kiri 4 meter. Itu saja Pak, tidak ada yang lebih dari kita. Tolong Pak Eri, masyarakat hancur!". ungkap Warga RT 09 Umi Kulzum


    Hingga saat ini, warga masih dibayangi ketakutan akan kehilangan tempat tinggal tanpa adanya kepastian kompensasi maupun sosialisasi yang jelas dari Pemerintah Kota Surabaya.


    (Pramuja)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini