Infojalanan.info
— Lubang amblesan atau sinkhole yang muncul di Kampung Pondok Balik, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, terus mengalami perluasan dan semakin mengkhawatirkan warga sekitar. Pergerakan tanah yang masih aktif membuat kondisi di lokasi kian berbahaya, terutama bagi masyarakat yang bermukim dan beraktivitas di sekitarnya.
Awalnya, jalan yang berada di dekat lokasi sinkhole masih dapat dilalui kendaraan. Namun seiring bertambahnya ukuran lubang, badan jalan kini terputus total dan tidak lagi bisa digunakan. Tak hanya itu, perluasan sinkhole juga menggerus area persawahan milik warga, menyebabkan kekhawatiran akan dampak lanjutan terhadap sumber mata pencaharian mereka.
Kondisi di sekitar lubang amblesan terlihat semakin ekstrem. Aliran air dari sawah warga mengalir deras ke dalam sinkhole dan membentuk aliran menyerupai air terjun kecil di salah satu sisinya. Situasi ini menandakan bahwa tanah di sekitar lokasi masih labil dan berpotensi terus mengalami longsoran.
Pada Minggu sore, 1 Februari 2026, sejumlah warga sempat mendatangi lokasi untuk melihat lebih dekat kondisi sinkhole. Namun suasana mendadak berubah tegang ketika terdengar suara gemuruh dari dalam lubang. Mendengar bunyi tersebut, beberapa warga yang berada di dekat bibir sinkhole langsung berlarian menjauh karena panik dan takut terjadi longsor susulan.
Momen kepanikan warga tersebut terekam dalam sebuah video singkat yang kemudian beredar luas di media sosial. Unggahan itu menuai beragam tanggapan dari warganet, yang sebagian besar mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan keselamatan. Banyak komentar menyoroti masih adanya warga yang nekat melintasi atau mendekati garis polisi yang telah dipasang sebagai batas aman.
Garis pengaman telah dipasang aparat kepolisian di beberapa titik sekitar lokasi kejadian. Langkah ini dilakukan untuk mencegah warga mendekati bibir sinkhole yang terus mengalami pergerakan tanah. Namun demikian, imbauan tersebut belum sepenuhnya diindahkan oleh sebagian masyarakat.
Perluasan sinkhole juga sempat mengancam infrastruktur kelistrikan. Jaringan sutet milik PLN yang berada tidak jauh dari lokasi terpaksa diamankan untuk menghindari risiko yang lebih besar. Sebagai langkah antisipasi, PLN memasang tiang darurat dan memindahkan jalur kabel ke titik yang dinilai lebih aman.
Saat ini, warga diimbau untuk tetap waspada dan mematuhi garis pengaman yang telah dipasang. Mengingat kondisi tanah yang masih labil dan cuaca yang tidak menentu, potensi longsor susulan masih bisa terjadi sewaktu-waktu.
Jurnalis : Yanto
