• Jelajahi

    Copyright © Info Jalanan
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Halaman

    Usai Banjir Bandang, Influencer Virdian Aurellio Turun ke Aceh Tamiang Dorong Kebangkitan Pertanian Warga

    Kamis, 15 Januari 2026, Januari 15, 2026 WIB Last Updated 2026-01-15T00:42:54Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini


     Infojalanan.info

     – Influencer sekaligus pegiat sosial, Virdian Aurellio, membagikan potret terbaru kondisi pertanian di Desa Sukajadi, Kabupaten Aceh Tamiang, pascabanjir bandang yang melanda wilayah tersebut pada akhir November 2025.


    Dalam kunjungannya, Virdian mengungkapkan bahwa bencana alam tersebut berdampak besar terhadap sektor pertanian warga. Sejumlah sawah yang sebelumnya siap panen rusak terendam banjir, menyebabkan mayoritas petani mengalami gagal panen.


    Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, @virdian_aurellio, Rabu (14/1/2026), Virdian menyampaikan bahwa para petani di Desa Sukajadi hingga kini masih kesulitan mengakses bantuan benih dan pupuk.


    “Di Desa Sukajadi ini, petani baru selesai pendataan di tingkat desa. Artinya, mereka belum mendapatkan akses bantuan benih maupun pupuk untuk memulai kembali,” ujar Virdian.


    Melihat kondisi tersebut, Virdian bersama relawan dan mahasiswa pertanian menyusun langkah akselerasi pemulihan sektor pertanian. Program tersebut ditargetkan mampu menghasilkan sekitar 75 hingga 90 ton gabah sebagai upaya menghidupkan kembali ekonomi desa.


    Ia menyebutkan, sekitar 80 persen warga Desa Sukajadi menggantungkan hidupnya dari sektor pertanian. Oleh sebab itu, pemulihan sawah pascabencana dinilai menjadi kebutuhan mendesak.


    “Kalau pertanian tidak segera pulih, maka dampaknya bukan hanya ke petani, tapi juga ke ketahanan pangan. Ini harus menjadi perhatian bersama,” tegasnya.


    Dalam kesempatan tersebut, Virdian juga berdialog langsung dengan para petani yang terdampak. Salah seorang warga mengungkapkan bahwa banjir datang tepat saat masa panen, sehingga hasil pertanian tidak bisa diselamatkan.


    “Hampir semua gagal panen. Sawah terendam, mau panen tapi tidak bisa,” ungkap petani tersebut.


    Situasi ini, menurut Virdian, berpotensi memicu kenaikan harga bibit dan beras di masa mendatang jika tidak segera ditangani secara serius.


    Untuk itu, Virdian turut melibatkan mahasiswa pertanian bernama Ridho yang menyusun konsep pemulihan berbasis kebutuhan lapangan. Ridho menjelaskan bahwa ketahanan pangan memiliki empat dimensi utama, yakni ketersediaan, akses, pemanfaatan, dan stabilitas.


    Ia juga menekankan pentingnya peran pemerintah dalam intervensi kebijakan, terutama terkait pengolahan lahan dan dukungan kelembagaan pascabencana.


    Menanggapi hal tersebut, Virdian mengapresiasi langkah konkret sang mahasiswa. Ia bahkan berseloroh bahwa praktik lapangan yang dilakukan Ridho layak mendapat nilai tinggi dalam sidang akademik.


    Lebih lanjut, Virdian memastikan bahwa pihaknya akan terus mendorong kolaborasi antara masyarakat, relawan, akademisi, dan pemerintah untuk mempercepat pemulihan Aceh Tamiang.


    “Penanganan bencana tidak berhenti di tanggap darurat. Pemulihan pertanian dan pendidikan harus berjalan agar masyarakat bisa benar-benar bangkit,” pungkasnya.

    (Yan)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini