• Jelajahi

    Copyright © Info Jalanan
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Halaman

    Tour Guide Kalimantan Bongkar Fakta Sungai Air Hitam: Alami, Jernih, Kini Terancam

    Selasa, 13 Januari 2026, Januari 13, 2026 WIB Last Updated 2026-01-13T01:17:15Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini


     Infojalanan.info

    – Penjelasan seorang pemandu wisata di Kalimantan mengenai fenomena sungai air hitam tengah ramai diperbincangkan di media sosial. Melalui unggahan video di akun Instagram @orangudeny, Senin (12/1/2026), tour guide bernama Deny Priyatna membagikan kisah di balik warna gelap sungai yang kerap disalahpahami sebagai air kotor.


    Dalam unggahannya, Deny menceritakan momen ketika ia mendampingi wisatawan menyusuri hutan hujan tropis Kalimantan. Salah satu turis mempertanyakan warna sungai yang tampak hitam pekat. Pertanyaan sederhana itu kemudian menjadi pintu masuk bagi Deny untuk menjelaskan proses alam yang jarang diketahui publik.


    Menurut Deny, warna hitam pada sungai tersebut bukan berasal dari lumpur atau pencemaran, melainkan hasil dari proses alami selama bertahun-tahun. Jutaan daun yang gugur di hutan rawa perlahan membusuk dan melepaskan zat tanin serta asam humat yang larut bersama aliran air hujan.


    Ia menggambarkan proses tersebut dengan analogi sederhana agar mudah dipahami. Deny menyamakan perubahan warna air sungai itu seperti daun teh yang diseduh hingga menghasilkan warna gelap namun tetap jernih.


    “Airnya sebenarnya bersih dan jernih. Ia tidak memantulkan cahaya, melainkan menyerapnya, sehingga terlihat gelap,” jelas Deny dalam videonya.


    Deny juga memperlihatkan air sungai hitam yang dimasukkan ke dalam botol bening. Saat terkena sinar matahari, air tersebut justru tampak berwarna kuning keemasan, menampilkan keindahan yang jarang disadari banyak orang.


    Namun di balik keindahan itu, Deny menyampaikan keprihatinannya terhadap perubahan warna sungai yang kini terlihat lebih cokelat di sejumlah wilayah. Ia menyinggung aktivitas pertambangan emas yang diduga menjadi salah satu penyebab rusaknya keseimbangan ekosistem sungai air hitam di Kalimantan.


    Menurut Deny, fenomena tersebut menjadi ironi di tengah kekayaan alam hutan hujan tropis yang seharusnya dilindungi. Ia berharap publik tidak lagi memandang sungai air hitam sebagai air kotor, melainkan sebagai ekosistem alami yang bernilai tinggi dan patut dijaga.


    Unggahan tersebut pun menuai beragam respons dari warganet. Banyak yang mengaku baru memahami bahwa sungai berwarna hitam bisa merupakan bagian dari proses alam, sekaligus menyuarakan keprihatinan terhadap ancaman kerusakan lingkungan akibat aktivitas manusia.

    Pewarta : Yanto

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini