• Jelajahi

    Copyright © Info Jalanan
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Halaman

    Pernyataan Kepala Bappenas soal MBG Tuai Perhatian Publik, Singgung Urgensi Pangan di Tengah Isu Lapangan Kerja

    Jumat, 30 Januari 2026, Januari 30, 2026 WIB Last Updated 2026-01-30T00:36:30Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

    Infojalanan.info 

    — Pernyataan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, mengenai program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali memantik diskusi di ruang publik. Ucapannya yang menilai MBG lebih mendesak dibanding pembukaan lapangan kerja ramai diperbincangkan warganet di media sosial.

    Cuplikan pidato Rachmat tersebut beredar luas melalui unggahan akun Instagram @undercover.id, Kamis (29/1/2026). Dalam video itu, Rachmat menekankan bahwa persoalan pemenuhan gizi masyarakat, khususnya di wilayah tertinggal, masih menjadi tantangan serius yang harus segera ditangani negara.

    Rachmat menjelaskan, pernyataannya bukan untuk menegasikan pentingnya lapangan kerja, melainkan menyoroti kondisi riil sebagian masyarakat yang masih berjuang memenuhi kebutuhan dasar.

    “MBG itu penting sekali. Lapangan kerja juga penting, tetapi dalam situasi tertentu, MBG lebih mendesak,” ujar Rachmat saat berbicara di Prasasti Economic Forum, Kamis (29/1/2026).

    Ia mengaku kerap mendapat pertanyaan mengenai prioritas pembangunan, khususnya antara pemenuhan gizi dan penciptaan lapangan kerja. Menurutnya, kedua hal tersebut saling berkaitan, namun tidak selalu dapat ditempatkan pada level urgensi yang sama.

    Untuk menggambarkan situasi tersebut, Rachmat menggunakan analogi sederhana. Ia menyebut, memberikan alat pancing kepada seseorang yang sedang kelaparan tidak akan menyelesaikan masalah jika kebutuhan dasarnya belum terpenuhi.

    “Kalau dikasih kail, sementara orangnya sudah sangat lapar, bisa jadi sebelum memancing, dia sudah tidak kuat,” ucapnya.

    Lebih lanjut, Rachmat menyoroti kondisi masyarakat di daerah terpencil yang masih mengalami kekurangan pangan. Ia menyebut, fakta di lapangan menunjukkan masih banyak warga yang belum menikmati akses gizi dan pendidikan dasar secara layak.

    “Di pelosok desa, saudara-saudara kita masih lapar. Ada anak-anak usia sekolah yang belum bisa membaca dan menulis,” katanya.

    Dalam konteks tersebut, Rachmat menegaskan bahwa MBG merupakan bagian dari pembangunan infrastruktur sosial yang sama pentingnya dengan pembangunan fisik. Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari jalan, jembatan, atau gedung, tetapi juga dari kualitas sumber daya manusia.

    “Pembangunan itu tidak hanya soal beton dan aspal. Makan bergizi adalah fondasi dasar agar masyarakat bisa hidup sehat, belajar, dan bekerja dengan baik,” pungkasnya.

    Pernyataan ini pun memicu beragam respons dari publik, mulai dari dukungan hingga kritik, sekaligus membuka kembali diskursus soal arah dan prioritas kebijakan pembangunan nasional.
    Jurnalis : Yanto
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini