Sumenep, infojalanan.info
— Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan oleh SPPG Berkah Nusantara Peduli di Desa Laok Jang-Jang, Dusun Ngomber, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Sumenep, mendapat perhatian dari sejumlah wali murid. Mereka menilai pelaksanaan program tersebut perlu dievaluasi agar benar-benar sejalan dengan pedoman yang telah ditetapkan.
Perhatian itu muncul setelah pada salah satu hari pendistribusian, menu yang diterima siswa berbeda dari hari-hari sebelumnya. Berdasarkan pedoman pelaksanaan MBG, menu basah direncanakan untuk disajikan pada hari sekolah tertentu, sementara menu kering diberikan sesuai ketentuan yang berlaku.
Beberapa wali murid menyampaikan bahwa anak-anak telah dipersiapkan untuk menerima menu basah sebagaimana biasanya. Namun pada hari tersebut, menu yang dibagikan berupa makanan kering dan telur puyuh.
“Anak kami sudah terbiasa membawa peralatan makan dari rumah karena biasanya menerima menu basah. Ketika menunya berbeda, anak menjadi bingung,” ujar salah satu wali murid yang enggan disebutkan namanya.
Menu yang diterima siswa disebut terdiri dari roti kemasan serta telur puyuh. Para wali murid berharap ke depan komposisi menu dapat lebih memperhatikan prinsip gizi seimbang sesuai tujuan utama Program Makan Bergizi Gratis.
Menurut mereka, MBG merupakan program strategis yang sangat membantu pemenuhan gizi peserta didik. Oleh karena itu, pelaksanaannya diharapkan berjalan konsisten agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal oleh anak-anak di sekolah.
(Red)
